Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Public Safety And Emergencies

Evakuasi Korban Pondok Pesantren Ambruk di Sidoarjo, Kenapa Alat Berat Baru Dikerahkan?

badge-check


					Evakuasi Korban Pondok Pesantren Ambruk di Sidoarjo, Kenapa Alat Berat Baru Dikerahkan? Perbesar

OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban ambruknya salah satu gedung Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, telah memasuki tahap evakuasi korban tewas. Mulai Kamis pagi, 2 Oktober 2025, proses dilakukan dengan bantuan alat berat setelah tidak lagi ditemukan tanda-tanda adanya korban selamat di bawah reruntuhan bangunan beton empat lantai tersebut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno telah menemui keluarga korban untuk memberikan penjelasan atas jalannya operasi tersebut sekaligus dukungan. Pertemuan berlangsung di posko darurat BNPB yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian pada Kamis pagi.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB menyampaikan hasil asesmen mendalam yang dilakukan hingga Rabu malam, 1 Oktober 2025. Tim SAR gabungan memastikan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di lokasi kejadian. Penjelasan ini kemudian menjadi dasar bagi keluarga korban untuk menyepakati kelanjutan operasi SAR sesuai dengan protokol yang berlaku. Pihak keluarga disebutkan telah menyatakan siap menerima apapun hasil evakuasi dengan lapang dada.

“Tim SAR gabungan memutuskan untuk masuk ke tahap selanjutnya, yaitu mengevakuasi korban yang sudah meninggal menggunakan alat-alat berat,” kata Suharyanto melalui keterangan tertulis yang dibagikan BNPB pada Kamis. “Keluarga korban sudah sepakat. Mereka sudah menandatangani berita acara,” kata dia menambahkan.

Sepanjang Rabu, tim SAR gabungan sudah mengevakuasi sebanyak tujuh korban dari antara reruntuhan bangunan yang ambruk pada Senin sore lalu. Dari jumlah tersebut, lima orang ditemukan dalam kondisi selamat dan dua lainnya sudah meninggal. Proses evakuasi kala itu dilakukan sepenuhnya secara manual, tanpa menggunakan alat berat, demi memprioritaskan keselamatan korban yang masih hidup sekaligus melindungi tim SAR di lapangan.

Data yang dimutakhirkan hingga Kamis sore, jumlah korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 108 orang dengan rincian 30 masih dirawat di rumah sakit, 73 sudah diperbolehkan pulang dan 5 meninggal. Sedangkan sebanyak 58 masih dalam pencarian.

Bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, 29 September 2025. Antara/Umarul Faruq

Gedung ambruk tepat ketika ratusan santri sedang salat berjamaah di lantai dasar atau bangunan lama. Bangunan tiga lantai di atasnya, yang sedang dibangun, ambruk dengan tumpukannya menyerupai pancake. Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi Bencana (RPDO) Badan SAR Nasional Emi Freezer mengatakan bahwa beban utama reruntuhan menekan bagian tengah gedung sehingga menghalangi jalur penyelamatan.

Freezer juga menyoroti bentuk kolom utama bangunan yang menyerupai huruf U. Menurutnya, kondisi ini menjadi petunjuk bahwa bangunan tidak sesuai standar. “Jika konstruksinya baik, maka kalau bangunannya ambruk seharusnya patah, bukan melengkung dan elastis seperti bangunan pondok pesantren ini,” ucap Freezer pada Rabu lalu.

Freezer melanjutkan, elastisitas yang tinggi pada kolom menunjukkan bahwa struktur bangunan tidak mampu menahan beban secara keseluruhan. Akibatnya, terbentuk banyak celah sempit atau void sehingga para korban terjebak di dalamnya.

Atas dasar itu, peralatan berat sebatas disiagakan pada hari-hari pertama operasi penyelamatan. Penggunaannya dikhawatirkan menyebabkan getaran yang dapat memperparah kondisi reruntuhan. Gantinya, upaya penyelamatan difokuskan secara manual dengan menggali lubang dan celah untuk mengevakuasi korban yang masih hidup. “Melalui celah yang ada, petugas telah menyalurkan makanan dan minuman untuk menjaga kondisi para korban,” kata juru bicara BNPB, Abdul Muhari.

Pilihan Editor: Genom Muda Super-Centenarian Maria Branyas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina

15 October 2025 - 18:51

Gempa 7,6 SR Guncang Filipina, Peringatan Tsunami hingga ke Indonesia

10 October 2025 - 13:26

Ponpes Al Khoziny Ambruk: Dasco Minta Polisi Usut, Mitigasi Digenjot

9 October 2025 - 18:14

Ancaman Bom di Kelapa Gading: Sekolah Internasional Jadi Target?

8 October 2025 - 17:10

KPK Periksa Kabiro Humas Kemnaker dalam Dugaan Korupsi Sertifikasi K3

7 October 2025 - 13:04

Trending on Public Safety And Emergencies