Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Public Safety And Emergencies

BNPB: Pembersihan Puing Ponpes Al Khoziny Sudah 80 Persen

badge-check


					BNPB: Pembersihan Puing Ponpes Al Khoziny Sudah 80 Persen Perbesar

EVAKUASI dan pembersihan reruntuhan musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidarjo, Jawa Timur terus berlangsung. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut proses pembersihan ponpes yang roboh sepekan lalu itu belum rampung.

Pilihan Editor: Dugaan Maladministrasi Proyek MBG

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan satu unit breaker excavator penghancur beton dan dua bucket excavator terus bekerja di lokasi. “Pembersihan puing material telah mencapai 80 persen dan jenazah korban semakin banyak ditemukan,” kata Abdul dalam keterangan tertulis, Ahad malam, 5 Oktober 2025.

Menurut Abdul, tim search and rescue (SAR) gabungan menemui berbagai kendala setelah puing-puing mulai banyak yang terangkat. Salah satunya karena musala yang ambruk ternyata terhubung dengan gedung lama di sebelahnya.

Kondisi tersebut membuat tim SAR harus mengatur ulang strategi. “Tim SAR gabungan tidak mau gegabah mengambil keputusan tanpa perhitungan, apalagi kondisi bangunan lama terlihat miring. Apabila dipaksakan, maka dikhawatirkan dapat merusak atau justru memicu robohnya gedung di sebelahnya,” ucap Abdul.

BNPB juga bekerja sama dengan konsultan ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) pun didatangkan untuk memberikan rekomendasi. Hasilnya, kata Abdul, tim diharuskan membuat penahan gedung lama yang masih berdiri agar proses pembersihan puing dapat dilakukan tanpa merusak apapun.

Hingga Ahad, 5 Oktober pukul 23.30 WIB, Abdul menyebut jumlah korban meninggal yang telah ditemukan adalah sebanyak 49 orang. Sementara itu korban dalam kondisi selamat ada 104 orang. Empat belas korban lainnya masih hilang.

Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin, 29 September 2025 pukul 15.00 WIB. Saat itu, para santri putra melaksanakan salat ashar berjamaah di lantai dasar, sementara bangunan berlantai 4. Pembersihan puing dan evakuasi korban masih berlanjut hingga sepekan kemudian.

Kepolisian Daerah Jawa Timur akan mendalami dugaan kelalaian manusia dalam peristiwa ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Langkah itu dijalankan setelah proses evakuasi rampung.

“Indikasi awal penyebab runtuh akan dijelaskan oleh tenaga ahli agar valid secara ilmiah. Jadi, sabar dulu, kita selesaikan evakuasi korban,” kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Nanang Avianto dalam keterangan tertulis, Ahad, 5 Oktober 2025.

Menurut Anang, kesimpulan mengenai dugaan kelalaian konstruksi hanya bisa dilakukan oleh ahli. Hal itu, masih dalam proses penelitian. Adapun polisi telah memanggil sejumlah saksi yang sebagian besar adalah santri pondok pesantren tersebut.

Hammam Izzuddin berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina

15 October 2025 - 18:51

Gempa 7,6 SR Guncang Filipina, Peringatan Tsunami hingga ke Indonesia

10 October 2025 - 13:26

Ponpes Al Khoziny Ambruk: Dasco Minta Polisi Usut, Mitigasi Digenjot

9 October 2025 - 18:14

Ancaman Bom di Kelapa Gading: Sekolah Internasional Jadi Target?

8 October 2025 - 17:10

KPK Periksa Kabiro Humas Kemnaker dalam Dugaan Korupsi Sertifikasi K3

7 October 2025 - 13:04

Trending on Public Safety And Emergencies