Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Wall Street Menguat, Investor Abaikan Komentar Hawkish The Fed dan Ancaman Shutdown

badge-check


					Wall Street Menguat, Investor Abaikan Komentar Hawkish The Fed dan Ancaman Shutdown Perbesar

Narapena JAKARTA. Indeks saham utama Wall Street mengawali pekan dengan optimisme. Pada perdagangan Senin (29/9), S&P 500 dan Nasdaq Composite dibuka menguat, sementara Dow Jones Industrial Average bergerak sedikit melemah.

Investor terlihat mengabaikan komentar hawkish pejabat The Federal Reserve dan mulai mencermati potensi shutdown pemerintahan AS yang dapat dimulai pada 1 Oktober, hari pertama tahun fiskal 2026.

Pada pukul 10:03 pagi waktu setempat, Dow Jones turun tipis 17,64 poin (0,04%) ke level 46.228,17. Sementara itu, S&P 500 naik 25,48 poin (0,38%) ke 6.669,18 dan Nasdaq menguat 178,39 poin (0,79%) ke 22.662,67.

Sektor Teknologi Pimpin Penguatan

Sektor teknologi menjadi motor utama reli pasar. Indeks teknologi S&P 500 naik sekitar 1%, didorong oleh lonjakan saham Nvidia (+2,8%), Micron Technology (+4,9%), dan Lam Research (+2,6%) setelah mendapat kenaikan peringkat dari Deutsche Bank menjadi buy.

Kinerja positif saham-saham semikonduktor tersebut membawa indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) mencetak rekor tertinggi baru sekaligus menopang penguatan Nasdaq.

Wall Street Ditutup Lebih Tinggi Usai Rilis Data PCI Sesuai Ekspetasi Pasar

Selain itu, saham komunikasi naik 0,8% pada indeks S&P 500. Sebaliknya, sektor energi terkoreksi 1,9%, dengan penurunan pada Chevron (-2,3%) dan McDonald’s (-0,7%) yang menekan kinerja Dow Jones.

Fed, Inflasi, dan Prospek Suku Bunga

Kenaikan indeks hari ini melanjutkan tren positif Jumat lalu, setelah data inflasi AS sesuai ekspektasi sehingga memberi harapan pemangkasan suku bunga.

Meski begitu, komentar hawkish Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, menegaskan perlunya mempertahankan kebijakan moneter ketat untuk menekan inflasi. Namun, pelaku pasar tetap optimistis dengan peluang 91,4% pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed berikutnya.

Ancaman Shutdown Pemerintahan AS

Pasar kini menyoroti tarik-menarik politik antara Partai Republik dan Demokrat terkait pendanaan pemerintah. Jika tidak ada kesepakatan, shutdown berpotensi dimulai pada Rabu mendatang.

Menurut analis FBB Capital Partners, Mel Casey, shutdown bukanlah “skenario kiamat” dan bisa menjadi peluang bagi Partai Republik untuk mendorong pemangkasan belanja pemerintah.

Namun, shutdown dapat menunda rilis data ekonomi penting seperti laporan ketenagakerjaan nonfarm payrolls yang dijadwalkan Jumat ini, sehingga bisa menimbulkan ketidakpastian bagi pasar.

 Wall Street Dibuka Menguat, Inflasi Sesuai Ekspektasi Redakan Kekhawatiran Pasar

Saham Individu Jadi Sorotan

Beberapa saham mencatat pergerakan signifikan:

  • Canopy Growth (+16,3%), Cronos Group (+11,6%), dan Tilray Brands (+36,1%) melonjak setelah Donald Trump membagikan video yang menyoroti manfaat kesehatan dari cannabidiol (CBD).

  • Electronic Arts (EA) naik 4,8% setelah sepakat untuk diakuisisi dan menjadi perusahaan privat dalam kesepakatan senilai $55 miliar.

  • Western Digital (WDC) mencetak rekor baru dengan kenaikan 9,2% berkat target harga lebih tinggi dari sejumlah analis.

  • Seagate Technology (STX) juga menembus rekor tertinggi, naik 7,1% setelah menerima upgrade serupa.

  • Carnival (CCL) justru turun 2,3% meski menaikkan proyeksi laba tahunan.

Pasar Masih Kuat, Tapi Waspada Koreksi

Menurut BTIG, S&P 500 telah 103 hari perdagangan berturut-turut tidak jatuh di bawah rata-rata pergerakan 50 harinya, sebuah rekor ketahanan yang jarang terjadi. Meski demikian, kondisi ini juga dapat menandakan pasar berisiko mengalami pullback dalam waktu dekat.

Secara keseluruhan, jumlah saham naik masih lebih banyak daripada yang turun, dengan rasio 1,15 banding 1 di NYSE dan 1,24 banding 1 di Nasdaq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance