Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Wall Street Catat Rekor Penutupan Kamis (2/10), Saham Teknologi Jadi Penopang

badge-check


					Wall Street Catat Rekor Penutupan Kamis (2/10), Saham Teknologi Jadi Penopang Perbesar

Narapena  Tiga indeks utama Wall Street menutup perdagangan Kamis (2/10) di level tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan tipis, didorong oleh dukungan sektor teknologi.

Meski investor tetap waspada terhadap data tenaga kerja dan ketidakpastian akibat penutupan sebagian pemerintah AS.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 78,62 poin atau 0,17% ke 46.519,72. S&P 500 bertambah 4,15 poin atau 0,06% menjadi 6.715,35, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 88,89 poin atau 0,39% ke 22.844,05.

Wall Street Reli Kamis (2/10): S&P 500, Nasdaq Capai Rekor Tertinggi Intraday

Kenaikan ini menandai dua penutupan tertinggi berturut-turut bagi Dow dan S&P, sementara Nasdaq mendekati rekor penutupan pada Rabu lalu.

Sektor teknologi menjadi pendorong utama, dengan saham perusahaan besar seperti Nvidia, Apple, dan Broadcom memberikan kontribusi signifikan. Indeks semikonduktor AS mencatatkan rekor penutupan tertinggi, naik 1,9%.

Data Tenaga Kerja dan Ekspektasi Suku Bunga

Investor memantau laporan tenaga kerja dari sumber non-pemerintah, karena laporan resmi nonfarm payroll September ditunda akibat shutdown pemerintah.

Data dari firma outplacement global Challenger, Gray & Christmas menunjukkan pengumuman pemutusan kerja menurun pada September, tetapi rencana perekrutan sepanjang tahun ini terendah sejak 2009.

Wall Street Terbang, Sektor Teknologi Jadi Motor Penggerak Perdagangan Kamis (2/10)

“Pasar sedang menilai semua ini terhadap data tenaga kerja yang lemah dalam beberapa bulan terakhir untuk memahami arah sebenarnya,” kata Jim Baird, Chief Investment Officer Plante Moran Financial Advisors.

Data tenaga kerja yang lesu mendorong spekulasi luas bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga dua kali lagi tahun ini, termasuk kemungkinan pemotongan akhir Oktober.

Sektor Lain dan Saham Terkemuka

Di antara 11 sektor utama S&P 500, material mencatat kenaikan persentase tertinggi 1%, sementara energi turun 1% menjadi sektor dengan penurunan terbesar.

Saham konsumer discretionary menjadi beban terbesar bagi S&P 500, terutama karena penurunan Tesla sebesar 5%, kerugian persentase satu hari terbesar sejak Juli lalu meski laporan pengiriman kuartalannya positif.

IHSG Melaju, Ini Bocoran Strategi Investasi dari Analis

Saham biro kredit Equifax dan TransUnion masing-masing turun 8,5% dan 10,6% setelah FICO meluncurkan program yang memungkinkan pemberi pinjaman hipotek mengakses skor kredit tanpa bergantung pada kedua biro tersebut. Saham FICO melonjak hampir 18% setelah pengumuman.

Sementara itu, saham Occidental Petroleum turun 7,3% setelah perusahaan itu mengumumkan penjualan divisi petrokimia kepada Berkshire Hathaway milik Warren Buffett senilai $9,7 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance