Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Short Selling Ditunda 6 Bulan, Begini Dampak pada Investor

badge-check


					Short Selling Ditunda 6 Bulan, Begini Dampak pada Investor Perbesar

 

Narapena JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menunda implementasi short selling atas arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga tahun depan. 

Awalnya, BEI menunda implementasi short selling sampai dengan tanggal 26 September 2025. Namun pelaksanaan short selling ini akhirnya ditunda hingga enam bulan ke depan. 

Pengamat Pasar Modal Lanjar Nafi menilai keputusan BEI untuk kembali menunda implementasi short selling selama enam bulan ke depan dapat dilihat dari sisi kehati-hatian.

Kalau mengambil kaca mata regulator, lanjut Lanjar, penundaan implementasi short selling ini tentu langkah yang konservatif karena prioritas utama BEI dan OJK adalah menjaga stabilitas dan integritas pasar. 

Tak Jadi September! BEI Tunda Implementasi Short Selling Hingga 6 Bulan

“Mungkin ada beberapa alasan, kesiapan ekosistem dan infrastruktur, edukasi, psikologi pasar dan tentu menghindari potensi ketidakstabilan di pasar,” jelasnya kepada Kontan, Rabu (24/9/2025). 

Lanjar menilai jika penundaan implementasi short selling ini murni karena infrastruktur dan kesiapan pelaku pasar memang belum matang, maka ini adalah keputusan yang tepat.

Menurutnya, kalau otoritas Bursa masih memaksakan implementasi dengan sistem infrastruktur belum siap, maka bisa berakibat fatal. Namun kalau penundaan karena kekhawatiran maka otoritas melewatkan kesempatan emas. 

“Karena pasar yang bullish adalah kondisi yang bisa dibilang terbaik untuk menguji coba instrumen baru ini dengan risiko yang terkendali,” kata Lanjar. 

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik bilang keputusan ini diambil dengan beberapa pertimbangan, antara lain kondisi global yang masih penuh ketidakpastian yang dapat berdampak pasar saham. 

Ini Alasan BEI Kembali Tunda Implementasi Short Selling Hingga 6 Bulan

Kedua, ada beberapa anggota bursa (AB) yang mengajukan izin short selling sedang dalam persiapan. Sampai saat ini, baru PT Ajaib Sekuritas Asia dan PT Semesta Indovest yang mengantongi izin pembiayaan short selling. 

“Sehingga diharapkan nanti pada saat kondisi pasar global sudah lebih stabil dan jumlah AB short selling lebih banyak maka implementasi short selling akan lebih efektif,” katanya kepada Kontan, Rabu (24/9/2025). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance