Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Rupiah Menguat Tipis Senin Ini? Cek Prediksi Nilai Tukarnya!

badge-check


					Rupiah Menguat Tipis Senin Ini? Cek Prediksi Nilai Tukarnya! Perbesar

JAKARTA – Nilai tukar rupiah diperkirakan akan menunjukkan penguatan tipis pada perdagangan Senin (29/9/2025) setelah sempat berada di bawah tekanan signifikan.

Sebelumnya, pada Jumat (26/9), rupiah ditutup menguat 0,06% secara harian, mencapai posisi Rp 16.738 per dolar Amerika Serikat (AS). Namun, berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia, mata uang Garuda ini sempat melemah 0,14% secara harian, berada di level Rp 16.775 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini, menurut Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka, Sutopo Widodo, terutama dipicu oleh faktor eksternal. Penguatan Indeks Dolar AS (DXY) di atas level 98, didukung oleh data ekonomi Amerika yang sangat solid, telah mengurangi ekspektasi pasar terhadap potensi pemotongan suku bunga The Fed. Kondisi ini membuat imbal hasil aset AS menjadi jauh lebih menarik, yang pada gilirannya memicu capital outflow besar-besaran dari pasar obligasi dan saham di Indonesia.

Namun, tekanan dari luar negeri tersebut diperparah oleh sejumlah faktor domestik. Kebutuhan devisa yang tinggi untuk impor dan pembayaran utang luar negeri korporasi, serta sentimen kehati-hatian investor terhadap ketidakpastian kebijakan fiskal atau politik domestik, turut berkontribusi. “Jadi, meskipun biang kerok berasal dari luar, faktor internal memastikan rupiah menjadi salah satu mata uang yang paling tertekan di kawasan,” ungkap Sutopo kepada Kontan, Jumat (26/9).

Sutopo memperkirakan bahwa pergerakan rupiah pada Senin (29/9) kemungkinan akan berfluktuasi dalam rentang konsolidasi yang tinggi dan cenderung rentan. Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental, ia memproyeksikan rupiah terhadap dolar AS akan bergerak di sekitar Rp 16.550 sebagai level support terdekat, hingga Rp 16.850 sebagai level resistance.

Senada, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, juga melihat bahwa rupiah masih berada dalam fase konsolidasi di atas Rp 16.500. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor global yang berlanjut dan persepsi risiko domestik yang ada. Ia menambahkan bahwa pasar akan sangat sensitif terhadap rangkaian data ekonomi AS yang akan dirilis pekan depan, sehingga pergerakan mata uang di kawasan, termasuk rupiah, cenderung sangat bergantung pada kabar dari sana.

“Artinya, selama Senin tidak ada pemicu baru yang besar, arah rupiah lebih ditentukan oleh nada dolar global dan efektivitas penyangga dari otoritas domestik,” jelas Josua. Untuk perdagangan hari Senin (29/9) ini, Josua secara spesifik memperkirakan rupiah akan menguat tipis dengan rentang pergerakan antara Rp 16.700 hingga Rp 16.780 per dolar AS.

Ringkasan

Nilai tukar rupiah diperkirakan akan menguat tipis pada perdagangan Senin (29/9/2025) setelah sempat berada di bawah tekanan signifikan. Pelemahan sebelumnya dipicu oleh faktor eksternal seperti penguatan Indeks Dolar AS (DXY) dan data ekonomi AS yang solid, mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed. Faktor internal seperti kebutuhan devisa tinggi dan sentimen kehati-hatian investor juga memperparah tekanan, memicu *capital outflow* dari Indonesia.

Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka, Sutopo Widodo, memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp 16.550 hingga Rp 16.850. Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan rupiah akan menguat tipis dengan rentang pergerakan antara Rp 16.700 hingga Rp 16.780 per dolar AS pada hari Senin. Pergerakan rupiah sangat bergantung pada nada dolar global dan efektivitas penyangga dari otoritas domestik, serta data ekonomi AS yang akan dirilis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance