Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Rupiah Menguat! Prediksi Nasib Rupiah Besok, Rabu 8 Oktober

badge-check


					Rupiah Menguat! Prediksi Nasib Rupiah Besok, Rabu 8 Oktober Perbesar

Narapena – JAKARTA. Setelah beberapa hari mengalami tekanan, nilai tukar rupiah akhirnya menunjukkan taringnya dan berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan Selasa, 7 Oktober 2025, di pasar spot, rupiah berhasil menguat sebesar 0,13% ke level Rp 16.561 per dolar AS. Kenaikan ini juga tercermin pada kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) yang naik 0,22% menjadi Rp 16.560 per dolar AS.

Rupiah Menguat ke Rp 16.561 per Dolar AS pada Selasa (7/10), Ini Sentimen Penopangnya

Lukman Leong, Analis mata uang dari Doo Financial Futures, berpendapat bahwa penguatan rupiah kali ini sangat mungkin didorong oleh intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia di pasar valuta asing. Indikasi ini diperkuat dengan data terbaru yang menunjukkan penurunan cadangan devisa Indonesia menjadi US$148 miliar, sebuah sinyal kuat adanya upaya stabilisasi nilai tukar.

“Rupiah berbalik menguat karena intervensi BI, sementara dolar indeks global masih melanjutkan penguatannya,” ungkap Lukman kepada Kontan.co.id.

Namun, angin segar ini diperkirakan tidak akan bertahan lama. Lukman memperkirakan bahwa rupiah masih akan menghadapi tantangan dan tekanan pada perdagangan Rabu, 8 Oktober 2025. Hal ini dipicu oleh ekspektasi yang meredup terkait pemangkasan suku bunga oleh The Fed, menyusul pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat bank sentral AS.

Rupiah Menguat pada Hari Ini (7/10) Saat Cadangan Devisa Turun Tiga Bulan Beruntun

Lukman memprediksi pergerakan rupiah akan berada di rentang Rp 16.500–Rp 16.650 per dolar AS.

Sementara itu, Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat mata uang, menambahkan faktor lain yang mempengaruhi pergerakan rupiah, yaitu shutdown pemerintahan AS yang telah memasuki hari keenam. Kegagalan negosiasi antara Kongres dan Gedung Putih pada akhir pekan lalu menyebabkan sebagian besar instansi federal menghentikan operasionalnya.

“Senat gagal mengumpulkan 60 suara yang dibutuhkan untuk meloloskan langkah pendanaan jangka pendek,” jelas Ibrahim.

Selain itu, pasar juga memantau perkembangan geopolitik di Jepang, terutama setelah terpilihnya Sanae Takaichi sebagai pemimpin Partai Demokrat Liberal. Hal ini membuka peluang baginya untuk menduduki kursi Perdana Menteri Jepang berikutnya.

Kompak, Rupiah Jisdor Menguat 0,23% ke Rp 16.560 per Dolar AS, Selasa (7/10/2025)

Takaichi dikenal sebagai tokoh yang mendukung kebijakan belanja fiskal agresif dan secara terbuka mengkritik langkah Bank of Japan (BOJ) dalam menaikkan suku bunga. Ia bahkan menyebut kebijakan tersebut sebagai tindakan yang “bodoh”.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan bahwa posisi cadangan devisa pada akhir September 2025 mencapai US$ 148,7 miliar, mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi pada Agustus yang sebesar US$ 150,7 miliar.

Menurut BI, penurunan sebesar US$ 2 miliar ini disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar di tengah ketidakpastian global.

Ibrahim memproyeksikan bahwa pada perdagangan Rabu (8/10), rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di kisaran Rp 16.560–Rp 16.600 per dolar AS.

Ringkasan

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 7 Oktober 2025, mencapai Rp 16.561 per dolar AS. Penguatan ini diduga kuat didorong oleh intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing, yang tercermin dari penurunan cadangan devisa.

Meskipun menguat, analis memperkirakan rupiah akan kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Rabu, 8 Oktober 2025. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan rupiah termasuk ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang meredup, shutdown pemerintahan AS, dan perkembangan geopolitik di Jepang. Proyeksi pergerakan rupiah adalah fluktuatif cenderung melemah di kisaran Rp 16.560–Rp 16.600 per dolar AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance