Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Rupiah Menguat ke Rp 16.552 per Dolar AS pada Selasa (7/10/2025) Siang

badge-check


					Rupiah Menguat ke Rp 16.552 per Dolar AS pada Selasa (7/10/2025) Siang Perbesar

Narapena – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg Selasa (7/10) pukul 12.11 WIB, rupiah di pasar spot menguat 0,13% ke posisi Rp 16.562 per dolar AS.  

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong  memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.550 – Rp 16.650 per dolar AS.

Sebelumnya, pada Senin (6/10) rupiah ditutup melemah 0,12% secara harian ke Rp 16.583 per dolar AS. Sedangkan berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia, rupiah menguat tipis 0,07% ke posisi Rp 16.598 per dolar AS. 

Rupiah Spot Melemah 0,006% ke Rp 16.584 per Dolar AS pada Selasa (7/10/2025) Pagi

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah melemah terhadap dolar AS yang menguat oleh pernyataan hawkish pejabat – pejabat the Fed Logan dan Jefferson pada hari Minggu. 

Indeks dolar AS kembali naik cukup besar pada Senin (6/10/2026) oleh berita pengunduran diri Perdana Menteri baru Prancis, Sébastien Lecornu yang memicu ketidakpastian politik dikawasan EU. Perlemahan tajam Yen setelah terpilihnya Sanae Takaichi untuk memimpin partai Liberal Democratic Party (LDP) juga ikut menyeret turun rupiah dan mata uang regional.

“Dolar AS diperkirakan masih bisa melanjutkan penguatan yang dengan demikian akan menekan rupiah pada Selasa (7/10/2025)),” ujar Lukman kepada Kontan, Senin (6/10/2025).  

Tekanan pada Rupiah Masih Akan Tinggi pada Selasa (7/10)

Lukman menambahkan, tidak ada data ekonomi penting dari AS yang akan dirilis pada Selasa (7/10/2025).

Adapun dari domestik, investor menantikan data cadangan devisa Indonesia. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa pada September 2025 turun menjadi US$ 148,7 miliar. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance