Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Profit Taking September 2025: Kinerja Portofolio Investasi Masih Positif?

badge-check


					Profit Taking September 2025: Kinerja Portofolio Investasi Masih Positif? Perbesar

Narapena JAKARTA. Kinerja portofolio investasi menunjukkan tren positif yang menggembirakan sepanjang tahun berjalan hingga September 2025. Perkembangan ini tentu menjadi kabar baik bagi para investor yang terus memantau pergerakan pasar.

Hingga September 2025, aset emas berhasil menorehkan performa gemilang sebagai primadona investasi. Emas Antam memimpin dengan return fantastis sebesar 37,9% year-to-date (YtD), disusul ketat oleh emas spot dengan imbal hasil 36,62% YtD. Lonjakan signifikan ini menegaskan posisi emas sebagai aset yang stabil dan menguntungkan dalam periode ini.

Tak hanya emas, beberapa aset lain juga menunjukkan kinerja yang patut diperhitungkan. Aset kripto Ethereum memberikan imbal hasil 20,97% YtD, sementara pairing mata uang CHF/IDR mencatatkan return 16,95% YtD. Diikuti oleh EUR/IDR dengan keuntungan 15,6% YtD, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turut menyumbang return 13,39% YtD. Data ini memberikan gambaran komprehensif tentang beragam pilihan investasi yang menunjukkan kinerja positif.

Menanggapi hasil kinerja ini, CEO dan Founder Finansialku, Melvin Mumpuni, memberikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa emas, termasuk emas digital, tetap menjadi opsi strategis untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek. “Maka, dapat beli pada saat harga emas terkoreksi,” ujar Melvin kepada Kontan, Senin (1/10), menyarankan waktu yang tepat untuk mengakumulasi aset ini.

Melihat Kinerja Portofolio Investasi per September 2025, Emas Masih Paling Cuan

Untuk investasi jangka menengah, Melvin merekomendasikan saham dividen atau dividend stock yang rutin membagikan dividen. Ia mencermati bahwa banyak saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini masih diperdagangkan dengan harga diskon, menawarkan potensi keuntungan yang menarik. “Investor ritel yang mengincar dividen dapat mulai menghitung potensi dividend yield-nya,” imbuhnya, mendorong investor untuk cermat dalam memilih.

Lebih lanjut, reksadana pendapatan tetap juga dinilai Melvin masih sangat menarik, khususnya yang portofolionya banyak berisi obligasi korporasi. Instrumen ini dikenal mampu memberikan imbal hasil yang relatif stabil, menjadikannya pilihan ideal bagi investor yang mencari keamanan sekaligus potensi keuntungan.

Cuan Maksimal! Racik Portofolio Investasi Saat Bunga BI Rendah

Mengenai strategi alokasi, Melvin Mumpuni menyarankan pendekatan yang seimbang. Ia merekomendasikan alokasi sekitar 30% dari portofolio ke reksadana pendapatan tetap dan obligasi pemerintah, sementara porsi sisanya tetap ditempatkan pada instrumen saham. Strategi ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi keuntungan sambil menjaga risiko.

Secara umum, Melvin melihat bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan profit taking. “Dana hasil keuntungan sebaiknya disimpan sementara dalam bentuk kas, sambil menunggu peluang investasi berikutnya,” pungkasnya, memberikan saran bijak untuk mengamankan keuntungan dan bersiap untuk kesempatan investasi di masa mendatang.

Ringkasan

Kinerja portofolio investasi menunjukkan tren positif yang menggembirakan hingga September 2025, dengan emas menjadi primadona. Emas Antam mencatat return 37,9% YtD dan emas spot 36,62% YtD. Aset lain seperti Ethereum (20,97% YtD), CHF/IDR (16,95% YtD), EUR/IDR (15,6% YtD), dan IHSG (13,39% YtD) juga memberikan imbal hasil positif.

Melvin Mumpuni dari Finansialku merekomendasikan emas untuk likuiditas jangka pendek, serta saham dividen BUMN dan reksadana pendapatan tetap berisi obligasi korporasi untuk jangka menengah. Ia menyarankan alokasi 30% portofolio pada reksadana pendapatan tetap atau obligasi pemerintah, sisanya saham. Saat ini juga merupakan waktu yang tepat untuk melakukan profit taking, dengan dana hasil keuntungan disimpan sebagai kas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance