Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Uncategorized

Pernikahan Multikultural di Korea Selatan Meningkat: Didominasi Negara Ini!

badge-check


					Pernikahan Multikultural di Korea Selatan Meningkat: Didominasi Negara Ini! Perbesar

Pernikahan multikultural, atau pernikahan beda negara, di Korea Selatan menunjukkan tren yang menggembirakan. Selama tiga tahun berturut-turut hingga 2024, jumlahnya terus meningkat, menandakan keterbukaan dan penerimaan masyarakat terhadap perbedaan budaya dalam ikatan pernikahan.

Data terbaru dari Badan Statistik Korea mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, tercatat 20.759 pernikahan multikultural. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 1.042 pernikahan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 19.717 pernikahan.

Seperti dilansir dari Yonhap News, Jumat (21/3/25), angka pernikahan multikultural sempat mengalami penurunan tajam. Dari sekitar 24.000 pernikahan pada tahun 2019, merosot menjadi sekitar 15.000 di tahun 2020, dan semakin turun menjadi sekitar 13.000 di tahun 2021 akibat dampak pandemi COVID-19. Namun, tren positif kembali terlihat di tahun 2022 dengan peningkatan menjadi 16.666 pernikahan.

Meskipun jumlah pernikahan multikultural mengalami peningkatan, persentasenya terhadap total pernikahan di Korea Selatan sedikit menurun. Tahun lalu, pernikahan multikultural menyumbang 9,3 persen dari total pernikahan, turun dari 10,1 persen di tahun sebelumnya.

: Wanita Ini Ungkap Persyaratan Menikah dengan Pria Korea, Harus Ada Dokumen Ini

Dari mana saja pasangan ini berasal? Data menunjukkan bahwa perempuan Vietnam mendominasi angka pernikahan multikultural di Korea Selatan, dengan kontribusi sebesar 32,1 persen. Diikuti oleh perempuan dari China sebesar 16,7 persen, dan perempuan dari Thailand sebesar 13,7 persen.

Sementara itu, untuk suami dari negara asing, warga negara Amerika Serikat menduduki peringkat teratas dengan kontribusi sebesar 28,9 persen. Kemudian, disusul oleh pria dari China sebesar 17,6 persen, dan pria dari Vietnam sebesar 15 persen.

Kabar baiknya, seiring dengan meningkatnya jumlah pernikahan multikultural, angka perceraian justru menunjukkan penurunan. Jumlah perceraian di antara pasangan multikultural menurun 1,4 persen dari tahun ke tahun, menjadi 6.022 kasus pada tahun 2024.

Sayangnya, angka kelahiran dari pasangan multikultural juga mengalami penurunan. Data mencatat penurunan sebesar 3,0 persen, dengan jumlah bayi yang lahir dari pasangan beda negara di Korea Selatan menjadi 12.150 di tahun 2024. Penurunan ini melanjutkan tren sebelumnya, di mana angka tersebut menurun hingga dua digit di tahun 2021 dan 2022.

Pernikahan multikultural bukan hanya fenomena di Korea Selatan. Di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, pernikahan beda budaya semakin umum terjadi. Perbedaan kebudayaan nampaknya tidak lagi menjadi tembok penghalang bagi pasangan yang ingin membangun rumah tangga bersama.

Menurut David Ludden Ph.D., seorang profesor psikologi di Georgia Gwinnett College, membangun kehidupan dengan orang lain memang selalu menghadirkan tantangan. Namun, tantangan ini menjadi semakin kompleks ketika kedua pasangan berasal dari latar belakang budaya yang berbeda.

“Budaya kita memberikan serangkaian harapan tentang bagaimana segala sesuatu seharusnya berjalan di dunia, termasuk dalam dinamika hubungan,” ujar Ludden, seperti dikutip dari Psychology Today.

Ludden menjelaskan bahwa pasangan dari budaya yang sama cenderung memiliki asumsi yang sama tentang hubungan. Namun, hal ini tidak berlaku bagi pasangan antar budaya. Oleh karena itu, kunci kebahagiaan dalam pernikahan multikultural adalah kemampuan masing-masing pasangan untuk memahami dan menerima budaya pasangannya.

“Kesimpulannya, pernikahan beda budaya dapat berhasil. Tetapi, pasangan harus memiliki sikap terbuka terhadap perbedaan budaya dan kemauan untuk berkompromi,” tegas Ludden.

“Selain itu, dengan menyadari asumsi dan bias kita sendiri, kita dapat mengembangkan sikap yang lebih menerima terhadap cara berpikir dan cara melakukan sesuatu yang berbeda,” tambahnya.

Demikianlah informasi terkini mengenai tren pernikahan multikultural di Korea Selatan yang mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Semoga penjelasan dari pakar dan tips menjaga keharmonisan pernikahan beda budaya ini bermanfaat bagi Anda.

Pilihan Redaksi

  • Realita Nikah dengan Lelaki Korea, Istri Kerap Dituduh Hanya Mau Cari Untung
  • Kisah 2 Wanita Korea Dinikahi Pria RI, Pakai Adat Tradisional hingga Belajar Bahasa Jawa
  • Cerita Pasangan RI-Korea Dapatkan Kewarganegaraan Ganda untuk Bayinya

Bagi Anda yang ingin sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

Ringkasan

Pernikahan multikultural di Korea Selatan menunjukkan peningkatan selama tiga tahun berturut-turut hingga 2024, mencatat 20.759 kasus, naik dari 19.717 tahun sebelumnya. Meskipun demikian, persentasenya terhadap total pernikahan sedikit menurun menjadi 9,3%. Tren positif ini terjadi setelah penurunan tajam pada tahun 2020-2021 akibat pandemi COVID-19.

Wanita Vietnam mendominasi pernikahan multikultural dengan kontribusi 32,1%, disusul wanita dari China dan Thailand, sementara pria asing terbanyak berasal dari Amerika Serikat (28,9%). Menariknya, angka perceraian di kalangan pasangan multikultural menurun 1,4% pada 2024, namun angka kelahiran dari pasangan beda negara justru mengalami penurunan 3,0% di tahun yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

IHSG Anjlok! Analis Ungkap Penyebab & Prediksi Pasar Saham

15 October 2025 - 17:35

Simak Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham EMTK, AGRO & BBTN, Rabu (15/10)

15 October 2025 - 10:54

Siapa Ashton Hall Influencer Viral karena Morning Routine?

8 October 2025 - 10:50

Israel Serang Rumah Sakit Terbesar di Gaza Selatan, Dua Orang Tewas Termasuk Anggota Hamas

8 October 2025 - 01:29

Pulang dari RS Gemelli, Paus Fransiskus Desak Israel Hentikan Serangan di Gaza

7 October 2025 - 07:20

Trending on Uncategorized