Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Uncategorized

Israel Serang Rumah Sakit Terbesar di Gaza Selatan, Dua Orang Tewas Termasuk Anggota Hamas

badge-check


					Israel Serang Rumah Sakit Terbesar di Gaza Selatan, Dua Orang Tewas Termasuk Anggota Hamas Perbesar

JALUR GAZA, KOMPAS.TV — Militer Israel menyerang rumah sakit terbesar di Gaza Selatan, Minggu (23/3/2025) malam. Serangan ini menewaskan dua orang, dan menyebabkan kebakaran besar.

Serangan itu menghantam gedung bedah Rumah Sakit Nasser di kota Khan Younis, hanya beberapa hari setelah fasilitas itu dipenuhi korban tewas dan luka-luka ketika Israel menyerang Gaza minggu lalu.

Mereka yang tewas dalam serangan Minggu malam adalah seorang anak laki-laki berusia 16 tahun yang baru menjalani operasi dua hari lalu. Satu orang lainnya yang tewas adalah Ismail Barhoum, yang merupakan seorang anggota biro politik Hamas, yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Militer Israel mengonfirmasi serangan terhadap rumah sakit tersebut, dengan mengatakan serangan itu mengenai seorang militan Hamas yang tengah beroperasi di sana. Israel kemudian menyalahkan Hamas atas kematian warga sipil karena beroperasi di daerah yang padat penduduk.

Detik-Detik Ledakan Besar di Dekat Tenda Penampungan, Warga Gaza Panik

Seperti fasilitas medis lain di sekitar Gaza, Rumah Sakit Nasser telah rusak akibat serangan Israel selama perang.

Lebih dari 50.000 warga Palestina kini telah tewas dalam perang tersebut, kata Kementerian Kesehatan pada Minggu pagi.

Militer mengklaim telah melenyapkan puluhan militan sejak Israel mengakhiri gencatan senjata pada Selasa dengan serangan yang menewaskan ratusan orang. 

Pengungsian di Bawah Tembakan

Sementara itu, militer Israel memerintahkan ribuan warga Palestina untuk meninggalkan lingkungan Tel al-Sultan yang hancur parah di Rafah. Mereka berjalan kaki ke Muwasi, daerah yang luas dari kamp-kamp tenda kumuh. 

Perang telah memaksa sebagian besar penduduk Gaza yang berjumlah lebih dari 2 juta orang untuk mengungsi di dalam wilayah tersebut.

“Ini adalah pengungsian di bawah tembakan,” kata Mustafa Gaber, seorang jurnalis yang pergi bersama keluarganya. Dia mengatakan tembakan tank dan pesawat tak berawak bergema di dekatnya.

Hamas Masih Sulit Dihancurkan meski Israel Serang Gaza Lagi, Disebut Telah Beradaptasi secara Taktis

“Peluru berjatuhan di antara kami dan peluru-peluru beterbangan di atas kami,” kata Amal Nassar, yang juga mengungsi. 

“Orang-orang tua telah terlempar ke jalan. Seorang wanita tua bahkan berkata kepada putranya, ‘Pergi dan biarkan aku mati,” ujarnya.

“Sudah cukup. Kami kelelahan,” kata Ayda Abu Shaer yang melarikan diri, saat asap mengepul di kejauhan.

Layanan darurat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan mereka kehilangan kontak dengan tim mereka beranggotakan 10 orang di Rafah. Juru bicara Nebal Farsakh mengatakan beberapa orang terluka.

Militer Israel mengatakan mereka telah menembaki kendaraan mencurigakan yang maju dan kemudian menemukan beberapa di antaranya adalah ambulans dan truk pemadam kebakaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

IHSG Anjlok! Analis Ungkap Penyebab & Prediksi Pasar Saham

15 October 2025 - 17:35

Simak Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham EMTK, AGRO & BBTN, Rabu (15/10)

15 October 2025 - 10:54

Siapa Ashton Hall Influencer Viral karena Morning Routine?

8 October 2025 - 10:50

Pulang dari RS Gemelli, Paus Fransiskus Desak Israel Hentikan Serangan di Gaza

7 October 2025 - 07:20

Israel Gempur Pangkalan Militer Suriah, Tak Akan Toleransi Pemerintahan Baru

7 October 2025 - 02:30

Trending on Uncategorized