Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Uncategorized

Israel Gempur Pangkalan Militer Suriah, Tak Akan Toleransi Pemerintahan Baru

badge-check


					Israel Gempur Pangkalan Militer Suriah, Tak Akan Toleransi Pemerintahan Baru Perbesar

PALMYRA, KOMPAS.com – Militer Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah. Kali ini, dua pangkalan militer di wilayah tengah menjadi sasaran, termasuk pangkalan di Kota Palmyra, pada Jumat (21/3/2025).

“Baru saja, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyerang kemampuan strategis militer yang tersisa di pangkalan militer Suriah di Tadmur dan T4,” demikian keterangan resmi militer Israel, dikutip dari kantor berita AFP.

Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian operasi militer yang dilakukan Israel sejak pemerintahan Bashar Al Assad digulingkan oleh kelompok pemberontak pada Desember 2024 lalu. Pemerintahan baru yang kini berkuasa di Suriah justru dianggap sebagai ancaman oleh Tel Aviv.

Baca juga: Jerman Bantu Suriah Rp 5,3 Triliun, Mayoritas Langsung ke Rakyat

Israel mengeklaim tujuannya adalah mencegah agar senjata tidak jatuh ke tangan pemerintahan baru di Suriah, yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas regional.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mempertegas sikap negaranya. Ia menolak kehadiran pasukan dari pemerintahan baru Suriah di wilayah selatan Damaskus.

“Kami menuntut agar kawasan selatan Suriah didemiliterisasi sepenuhnya. Kami tidak akan menoleransi ancaman apa pun terhadap keamanan Israel,” ujar Netanyahu.

Syrian Observatory for Human Rights, lembaga pemantau perang yang berbasis di Inggris, membenarkan bahwa pesawat tempur Israel telah menyerang pangkalan udara militer di Palmyra.

Meski demikian, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.

Baca juga: Bentrokan di Perbatasan Lebanon-Suriah: 7 Tewas, 52 Luka-luka

Kementerian Luar Negeri Suriah menanggapi serangan itu dengan tudingan keras. Mereka menuduh Israel menjalankan “kampanye sistematis” untuk mengguncang stabilitas negara.

Setelah kejatuhan Assad, pemerintahan baru Suriah berusaha melepaskan diri dari afiliasi politik masa lalu.

Akan tetapi, Israel tetap menaruh curiga dan terus melakukan operasi militer untuk membatasi pengaruh rezim baru di kawasan.

Baca juga: Israel Serang Target Militer di Suriah yang Terkait Iran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

IHSG Anjlok! Analis Ungkap Penyebab & Prediksi Pasar Saham

15 October 2025 - 17:35

Simak Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham EMTK, AGRO & BBTN, Rabu (15/10)

15 October 2025 - 10:54

Siapa Ashton Hall Influencer Viral karena Morning Routine?

8 October 2025 - 10:50

Israel Serang Rumah Sakit Terbesar di Gaza Selatan, Dua Orang Tewas Termasuk Anggota Hamas

8 October 2025 - 01:29

Pulang dari RS Gemelli, Paus Fransiskus Desak Israel Hentikan Serangan di Gaza

7 October 2025 - 07:20

Trending on Uncategorized