
LAPORAN Surveillance Perbankan Indonesia yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa penyaluran kredit bank umum pada triwulan II-2025 tumbuh sebesar 7,77 persen year on year. Angka ini melambat dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya yang tumbuh 12,36 persen year on year.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, hingga Juni 2025, fungsi intermediasi berjalan positif seiring peningkatan penyaluran kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang kuat.
“OJK juga mendorong bank-bank untuk selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking), profesionalisme, inovatif, dan selalu menjaga integritas sehingga mencapai pertumbuhan yang tinggi, sehat, dan berkelanjutan,” kata Dian dalam siaran pers, dikutip Ahad, 12 Oktober 2025.
Berdasarkan laporan OJK, porsi terbesar penyaluran kredit bank umum adalah kepada non-lapangan usaha sektor rumah tangga yaitu sebesar 23,54 persen. Penyaluran kredit pada sektor ini tumbuh 8,93 persen year on year, melambat dari tahun sebelumnya yang tumbuh 10,64 persen year on year.
Sementara itu untuk kredit produktif, sektor ekonomi dengan porsi penyaluran kredit terbesar yaitu sektor industri pengolahan sebesar 15,34 persen. Kredit pada sektor ini tumbuh 6,2 persen year on year, melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh 9,79 persen year on year.
Penyaluran kredit produktif terbesar berikutnya adalah sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor yaitu sebesar 15,21 persen. Sektor ini juga tumbuh melambat menjadi 1,90 persen year on year dari tahun sebelumnya yang tercatat 9,38 persen year on year.
Sebelumnya, OJK mengklaim bahwa tren penyaluran kredit pada September 2025 meningkat usai bank himpunan milik negara (Himbara) mendapat kucuran dana Rp 200 triliun dari pemerintah. Dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan yang digelar OJK secara daring, Dian Ediana Rae mengatakan dana dari Saldo Anggaran Lebih pemerintah di lima bank himbara telah disalurkan secara bertahap. “Porsi yang disalurkan sudah cukup signifikan,” kata Dian dalam konferensi pers daring pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Adil Al Hasan berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Antisipasi Dampak Bencana Lewat Asuransi Parametrik









