Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

OJK Beberkan Perlambatan Penyaluran Kredit Perbankan pada Triwulan II-2025

badge-check


					OJK Beberkan Perlambatan Penyaluran Kredit Perbankan pada Triwulan II-2025 Perbesar

LAPORAN Surveillance Perbankan Indonesia yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa penyaluran kredit bank umum pada triwulan II-2025 tumbuh sebesar 7,77 persen year on year. Angka ini melambat dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya yang tumbuh 12,36 persen year on year.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, hingga Juni 2025, fungsi intermediasi berjalan positif seiring peningkatan penyaluran kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang kuat.

“OJK juga mendorong bank-bank untuk selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking), profesionalisme, inovatif, dan selalu menjaga integritas sehingga mencapai pertumbuhan yang tinggi, sehat, dan berkelanjutan,” kata Dian dalam siaran pers, dikutip Ahad, 12 Oktober 2025.

Berdasarkan laporan OJK, porsi terbesar penyaluran kredit bank umum adalah kepada non-lapangan usaha sektor rumah tangga yaitu sebesar 23,54 persen. Penyaluran kredit pada sektor ini tumbuh 8,93 persen year on year, melambat dari tahun sebelumnya yang tumbuh 10,64 persen year on year.

Sementara itu untuk kredit produktif, sektor ekonomi dengan porsi penyaluran kredit terbesar yaitu sektor industri pengolahan sebesar 15,34 persen. Kredit pada sektor ini tumbuh 6,2 persen year on year, melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh 9,79 persen year on year.

Penyaluran kredit produktif terbesar berikutnya adalah sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor yaitu sebesar 15,21 persen. Sektor ini juga tumbuh melambat menjadi 1,90 persen year on year dari tahun sebelumnya yang tercatat 9,38 persen year on year.

Sebelumnya, OJK mengklaim bahwa tren penyaluran kredit pada September 2025 meningkat usai bank himpunan milik negara (Himbara) mendapat kucuran dana Rp 200 triliun dari pemerintah. Dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan yang digelar OJK secara daring, Dian Ediana Rae mengatakan dana dari Saldo Anggaran Lebih pemerintah di lima bank himbara telah disalurkan secara bertahap. “Porsi yang disalurkan sudah cukup signifikan,” kata Dian dalam konferensi pers daring pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Adil Al Hasan berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: Antisipasi Dampak Bencana Lewat Asuransi Parametrik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance