Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Mengapa Harga Cabai Merah Keriting Tinggi

badge-check


					Mengapa Harga Cabai Merah Keriting Tinggi Perbesar

BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan harga cabai merah keriting baik di tingkat produsen maupun konsumen terus melambung. “Kondisi cabai merah keriting hari ini, seperti tren-tren pada tahun sebelumnya memang sedang berfluktuasi,” kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, dalam keterangan tertulis, Rabu, 24 September 2025.

Pantauan Tempo pada panel harga pangan tingkat konsumen di situs Bapanas pada Kamis, 25 September 2025, harga cabai merah keriting secara nasional tercatat senilai Rp 57.597 per kilogram. Nilai tersebut membuat harga cabai keriting secara nasional berada di zona hijau atau tidak lebih tinggi 20 persen dibandingkan harga acuan penjualan (HAP) tingkat konsumen.

Sementara secara daerah, terdapat lima provinsi yang berada di zona merah atau harga komoditas tersebut melampaui 50 persen dari HAP tingkat konsumen. Adapun wilayah dengan disparitas tertinggi adalah Riau dengan harga cabai merah keriting senilai Rp 88.333 per kilogram.

Adapun harga cabai merah keriting di tingkat produsen secara nasional berada di kisaran Rp 45.075 per kilogram atau tidak lebih tinggi 20 persen dibandingkan HAP.

Menanggapi fluktuasi harga cabai merah keriting, Arief mengatakan pergerakan nilai komoditas tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kondisi alam. Menurut Arief, curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang pada sejumlah wilayah mempengaruhi produktivitas tanaman cabai.

Selain itu, Arief mengatakan sebagian petani melakukan peralihan tanam dari yang semula menanam cabai merah keriting menjadi cabai rawit merah. Kondisi ini menurut Arief memengaruhi pasokan cabai merah keriting ke pasar. “Sehingga harga pun mengalami implikasi,” kata Arief.

Terhadap situasi tersebut, Arief mendorong agar pemerintah daerah saling bekerja sama. Arief mencontohkan, daerah yang mengalami kenaikan harga cabai merah keriting membantu wilayah dengan harga di bawah HAP produsen. “Ini penting agar harga di petani cabai terjaga nilainya, sehingga tidak sampai berada di bawah HAP produsen,” kata Arief.

Arief menyatakan, data Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan nilai tukar petani hortikultura (NTPH) pada Agustus 2025 turun hingga 6,21 persen menjadi 122,89. Padahal NTPH pada Juli 2025 sempat mencatatkan indeks tertinggi dalam empat tahun ini di level 131,04.

Arief juga mengimbau pemerintah daerah merangkul pelaku usaha cabai dan merumuskan program intervensi untuk menanggulangi fluktuasi harga cabai merah keriting.

Pilihan Editor: Mengapa Proyek Food Estate Berulang Kali Gagal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance