Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

IHSG Pekan Lalu Menguat, Dipengaruhi Kesepakatan Dagang RI dengan Uni Eropa

badge-check


					IHSG Pekan Lalu Menguat, Dipengaruhi Kesepakatan Dagang RI dengan Uni Eropa Perbesar

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pekan lalu menguat 0,60 persen sepanjang pekan lalu.

PT Indo Premier Sekuritas atau IPOT menjelaskan investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (outflow) sebesar Rp 1 triliun di pasar reguler pekan lalu.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas David Kurniawan menjelaskan, IHSG pekan lalu sempat menyentuh level tertinggi baru di 8.168 pada 24 September 2025.

“Penguatan IHSG pada pekan ini juga terdukung kesepakatan dagang RI–Uni Eropa yang memberi katalis positif bagi saham eksportir,” jelas dia dalam keterangan tertulis, Senin (29/9/2025).

Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Investor Bisa Pantau Sektor Perbankan hingga Komoditas Ekspor

Ia memerinci, sejumlah sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakan IHSG pada pekan lalu atau pada periode 22-26 September 2025 berasal dari global dengan adanya harapan pelonggaran suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed).

Dengan sentimen tersebut, pasar global optimistis The Fed akan kembali memangkas suku bunga dan mendorong arus dana ke emerging markets termasuk Indonesia.

Selanjutnya, David berujar, sentimen perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa juga memegang peran penting. Perjanjinan ini mencakup kesepakatan substantif tercapai terkait pemangkasan tarif hingga 80 persen produk ekspor RI mulai 2027.

“Sehingga meningkatkan prospek perdagangan jangka panjang,” imbuh dia.

Tak hanya itu, laju IHSG juga dipengaruhi sentimen harga emas spot yang melonjak hingga sekitar 3.759 dollar AS per troy ounce atau rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Baca juga: IHSG Sepekan Meningkat 0,60 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp Rp 14.888 Triliun

Lebih lanjut, dari domestik ada sentimen force majeure Grasberg yang merupakan gangguan produksi pada sektor pertambangan, yakni operasional tambang Freeport di Grasberg terhenti karena bencana (mudflow) sehingga berdampak pada prospek ekspor tembaga dan emas.

Selain itu, ia menambahkan, stabilitas rupiah yang dijaga Bank Indonesia menambah kepercayaan investor asing untuk tetap melakukan akumulasi di pasar domestik.

“Jika sentimen ini konsisten, IHSG bisa bergerak dalam tren bullish jangka pendek,” tandas dia.

Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan meningkat 0,60 persen, menjadi di level 8.099,33 dari penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 8.051,11.

Begitu pula dengan kapitalisasi pasar bursa yang tercatat meningkat 1,74 persen menjadi sebesar Rp 14.888 triliun dari pekan lalu yang sebesar Rp 14.632 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance