Narapena – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif pada penutupan perdagangan Senin (29/9/2025), dengan kenaikan sebesar 23,91 poin atau 0,30%, sehingga mencapai level 8.123,24.
Aktivitas perdagangan hari ini diwarnai dengan pergerakan yang beragam. Tercatat 392 saham mengalami kenaikan, sementara 289 saham mengalami penurunan. Sebanyak 117 saham lainnya berada dalam posisi stagnan.
Kinerja positif IHSG didukung oleh penguatan tujuh indeks sektoral. Namun, perlu dicatat bahwa empat indeks sektoral lainnya justru terkoreksi dan berada di zona merah.
Seperti yang telah diinformasikan sebelumnya, IHSG Naik 0,59% ke 8.146,9 di Sesi I Senin (29/9), Top Gainers: MBMA, MAPA, BRPT.
Sektor barang baku menjadi penyumbang utama penguatan IHSG dengan kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 4,53%. Diikuti oleh sektor properti yang naik 2,81%, dan sektor infrastruktur dengan kenaikan sebesar 1,11%.
Di sisi lain, sektor teknologi mengalami penurunan paling signifikan, yaitu sebesar 2,74%. Sektor perindustrian juga mengalami pelemahan sebesar 0,39%, dan sektor energi turun 0,23%.
Secara keseluruhan, volume perdagangan saham pada hari ini mencapai 49,81 miliar lembar saham, dengan total nilai transaksi sebesar Rp 23,30 triliun.
Berikut adalah daftar saham-saham yang menjadi top gainers dalam indeks LQ45 pada perdagangan hari ini:
1. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) (12,93%)
2. PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) (5,77%)
3. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) (5,42%)
Sementara itu, saham-saham yang menjadi top losers dalam indeks LQ45 adalah sebagai berikut:
1. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) (-4,63%)
2. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) (-3,86%)
3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) (-3,83%)
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,30% ke level 8.123,24 pada perdagangan Senin (29/9/2025). Penguatan ini didukung oleh 392 saham yang naik, sementara 289 saham melemah, dan tujuh indeks sektoral turut menopang kenaikan IHSG.
Sektor barang baku, properti, dan infrastruktur menjadi penyumbang utama penguatan, sedangkan sektor teknologi, perindustrian, dan energi terkoreksi. Total volume perdagangan mencapai 49,81 miliar lembar saham senilai Rp 23,30 triliun, dengan MBMA, MAPA, dan ADMR tercatat sebagai saham top gainers dalam indeks LQ45.









