Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Chandra Asri Pacific Raup Laba Bersih Rp 26,7 Triliun

badge-check


					Chandra Asri Pacific Raup Laba Bersih Rp 26,7 Triliun Perbesar

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencetak laba bersih sebesar US$ 1,6 miliar atau Rp 26,7 triliun (kurs Rp 16.689 per Dolar Amerika Serikat) sepanjang semester I 2025. Laba ini salah satunya ditopang oleh pencatatan keuntungan dari pembelian harga terendah dari akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (Aster) dari Shell pada 1 April 2025.

Direktur TPIA Andre Khor mengatakan pembelian harga terendah atau bargain purchase accounting dari akuisisi tersebut menopang keuntungan perseroan. “ Hal ini mencerminkan nilai tambah yang luar biasa dari aksi korporasi kami baru-baru ini, yang tidak hanya mendorong kinerja kami namun juga memperkuat struktur neraca keuangan,” katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 30 September 2025.

Menurut Andre, akuisisi ini merupakan langkah besar perseroan dalam memperluas kehadiran regional Chandra Asri Group di sektor kimia, energi, dan infrastruktur. Di samping itu, langkah ini juga memberikan manfaat sinergi bagi Indonesia. “Mulai dari integrasi industri hingga peningkatan daya saing. Ini bukti dari efektivitas strategi konsolidasi kami yang memperkuat fondasi pertumbuhan di masa depan,” katanya.

Sepanjang semester I-2025, TPIA mencatatkan pendapatan bersih sebesar US$ 2,9 miliar atau Rp 48,4 triliun. Pendapatan ini berasal dari kilang US$ 1,1 miliar, kimia US$ 1,6 miliar, dan infrastruktur US$ 56 juta. NIlai aset TPIA per 30 Juni 2025 tercatat sebesar US$ 10,6 miliar atau Rp 177,1 triliun. Jumlah itu meningkat 88,7 persen dari periode yang sama tahun lalu US$ 5,6 miliar.

Andre mengatakan pada 9 Juli 2025, anak usaha perseroan, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga telah mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia. CDIA mencetak rekor baru di Bursa Efek Indonesia dengan oversubscription IPO sebesar 15 kali dari target awal Rp 2,4 triliun, menerima lebih dari 430 ribu pesanan dari sekitar 400 ribu investor. Capaian ini setara dengan rekor luar biasa sebesar 564 kali pada sistem e-pooling investor ritel.

“Hasil ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap arah pertumbuhan CDIA dan menegaskan ambisi kami untuk mengembangkan bisnis ini secara organik melalui empat pilar utama, yaitu energi, air, logistik, pelabuhan dan penyimpanan,” kata dia.

Pilihan Editor: Bisnis yang Tumbuh Saat Pasar Modal Bergejolak. Apa Itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance