
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencetak laba bersih sebesar US$ 1,6 miliar atau Rp 26,7 triliun (kurs Rp 16.689 per Dolar Amerika Serikat) sepanjang semester I 2025. Laba ini salah satunya ditopang oleh pencatatan keuntungan dari pembelian harga terendah dari akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (Aster) dari Shell pada 1 April 2025.
Direktur TPIA Andre Khor mengatakan pembelian harga terendah atau bargain purchase accounting dari akuisisi tersebut menopang keuntungan perseroan. “ Hal ini mencerminkan nilai tambah yang luar biasa dari aksi korporasi kami baru-baru ini, yang tidak hanya mendorong kinerja kami namun juga memperkuat struktur neraca keuangan,” katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 30 September 2025.
Menurut Andre, akuisisi ini merupakan langkah besar perseroan dalam memperluas kehadiran regional Chandra Asri Group di sektor kimia, energi, dan infrastruktur. Di samping itu, langkah ini juga memberikan manfaat sinergi bagi Indonesia. “Mulai dari integrasi industri hingga peningkatan daya saing. Ini bukti dari efektivitas strategi konsolidasi kami yang memperkuat fondasi pertumbuhan di masa depan,” katanya.
Sepanjang semester I-2025, TPIA mencatatkan pendapatan bersih sebesar US$ 2,9 miliar atau Rp 48,4 triliun. Pendapatan ini berasal dari kilang US$ 1,1 miliar, kimia US$ 1,6 miliar, dan infrastruktur US$ 56 juta. NIlai aset TPIA per 30 Juni 2025 tercatat sebesar US$ 10,6 miliar atau Rp 177,1 triliun. Jumlah itu meningkat 88,7 persen dari periode yang sama tahun lalu US$ 5,6 miliar.
Andre mengatakan pada 9 Juli 2025, anak usaha perseroan, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga telah mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia. CDIA mencetak rekor baru di Bursa Efek Indonesia dengan oversubscription IPO sebesar 15 kali dari target awal Rp 2,4 triliun, menerima lebih dari 430 ribu pesanan dari sekitar 400 ribu investor. Capaian ini setara dengan rekor luar biasa sebesar 564 kali pada sistem e-pooling investor ritel.
“Hasil ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap arah pertumbuhan CDIA dan menegaskan ambisi kami untuk mengembangkan bisnis ini secara organik melalui empat pilar utama, yaitu energi, air, logistik, pelabuhan dan penyimpanan,” kata dia.
Pilihan Editor: Bisnis yang Tumbuh Saat Pasar Modal Bergejolak. Apa Itu?









