Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

BUMN Karya: Peluang Investasi Pasca Restrukturisasi Kementerian BUMN?

badge-check


					BUMN Karya: Peluang Investasi Pasca Restrukturisasi Kementerian BUMN? Perbesar

Narapena JAKARTA. Kinerja emiten BUMN Karya diproyeksikan akan menunjukkan perbaikan signifikan setelah disahkannya Revisi Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Keempat atas UU Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebagai informasi, Komisi VI DPR RI bersama Pemerintah telah mencapai kesepakatan penuh atas seluruh draf RUU BUMN. Kesepakatan penting ini dicapai dalam rapat pengambilan keputusan tingkat I yang berlangsung di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Jakarta, pada Jumat (26/9/2025).

Dengan tercapainya kesepakatan ini, RUU BUMN akan segera diajukan ke sidang paripurna untuk mendapatkan pengesahan resmi menjadi undang-undang. Salah satu poin krusial yang menjadi fokus utama dalam RUU BUMN adalah perubahan status Kementerian BUMN menjadi Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Pergeseran status ini dipandang akan semakin mempertegas posisi dan peran Danantara dalam mengontrol dan mengelola aset-aset perusahaan pelat merah.

Terlebih, sejumlah aksi korporasi penting yang melibatkan emiten pelat merah akan sangat bergantung pada lampu hijau atau persetujuan dari Danantara. Ini termasuk rencana merger emiten BUMN Karya yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025, sebuah langkah strategis yang sangat dinantikan pasar.

Begini Nasib Emiten BUMN Karya di Tengah Penurunan Status Kementerian BUMN

Menanggapi hal ini, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menekankan pentingnya pelaksanaan good corporate governance (GCG) yang solid oleh emiten BUMN Karya, beriringan dengan pengawasan Danantara, guna menjaga stabilitas dan pertumbuhan kinerja ke depan. Hal ini menjadi relevan mengingat arus kas para emiten BUMN Karya yang masih tercatat negatif. Oleh karena itu, merger dianggap sebagai salah satu upaya restrukturisasi utang yang vital.

“Harapannya, dengan langkah ini, perolehan nilai kontrak baru dapat kembali menunjukkan pertumbuhan yang positif dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Nafan kepada Kontan, Minggu (28/9/2025). Nafan merekomendasikan accumulative buy untuk saham PTPP dengan target harga Rp 565 per saham, mencerminkan optimisme terhadap prospek perusahaan.

Sementara itu, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, mengemukakan pandangannya bahwa keberhasilan rampungnya merger emiten BUMN Karya akan sangat bergantung pada tiga pilar utama. Pertama, tuntasnya proses administrasi terkait peralihan kelembagaan BP BUMN dan Danantara. Kedua, proses restrukturisasi utang emiten BUMN Karya yang mampu berjalan lancar dan mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham. Terakhir, kepatuhan ketat para emiten BUMN Karya terhadap regulasi pasar modal yang berlaku.

“Terlebih, adanya emiten BUMN Karya yang memiliki potensi delisting tentu akan menghambat kelancaran proses merger,” kata Audi, menyoroti tantangan yang mungkin muncul.

Untuk masa mendatang, kinerja emiten BUMN Karya diperkirakan akan tetap stabil seiring dengan implementasi konsolidasi. Langkah ini diharapkan mampu menurunkan biaya overhead, memperbaiki negosiasi dengan kreditur, dan memungkinkan penciptaan proyek-proyek berskala besar. “Selain itu, keberhasilan restrukturisasi utang, seperti yang telah dicapai oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT) pada beberapa seri obligasinya yang telah mendapatkan persetujuan, memberikan sinyal positif,” tambah Audi.

Secara spesifik, PTPP dinilai akan mencatatkan peningkatan kinerja hingga akhir tahun 2025, terutama dari sisi penambahan kontrak baru, meskipun laba perusahaan cenderung mengalami penurunan. Di sisi lain, WIKA masih aktif melakukan pemangkasan utang pada kuartal II 2025. Sedangkan ADHI masih terbebani oleh tingginya utang, dan proses restrukturisasi utang WSKT masih terus berjalan.

Audi pun merekomendasikan trading buy untuk saham PTPP dengan target harga Rp 472 per saham.

Kementerian BUMN Bakal Jadi Lembaga, Begini Respons dari BUMN Karya

Ringkasan

Revisi Undang-Undang BUMN yang akan segera disahkan diproyeksikan membawa perbaikan signifikan bagi kinerja emiten BUMN Karya. Perubahan status Kementerian BUMN menjadi Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) akan memperkuat peran Danantara dalam mengelola aset dan menyetujui aksi korporasi. Ini mencakup rencana merger emiten BUMN Karya yang ditargetkan selesai akhir 2025, sebagai upaya restrukturisasi utang dan pendorong pertumbuhan kontrak baru.

Para analis menekankan pentingnya GCG solid, kelancaran proses administrasi BP BUMN/Danantara, serta restrukturisasi utang yang sukses dan kepatuhan regulasi pasar modal untuk keberhasilan merger. Konsolidasi diharapkan dapat menstabilkan kinerja, menurunkan biaya operasional, dan memperbaiki negosiasi kreditur, meskipun tantangan seperti potensi delisting tetap ada. PT PP (PTPP) diprediksi akan meningkatkan kontrak baru, sementara PT Wijaya Karya (WIKA) fokus pemangkasan utang dan restrukturisasi PT Waskita Karya (WSKT) masih berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance