Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Crime

Bos Investree Buron Red Notice Ditangkap di Qatar!

badge-check


					Bos Investree Buron Red Notice Ditangkap di Qatar! Perbesar

JAKARTA, KOMPAS.com – Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri berhasil memulangkan eks bos Investree Adrian A. Gunadi (AAG), tersangka kasus penghimpunan dana masyarakat tanpa izin, dari Doha, Qatar, ke Indonesia.

Pemulangan ini diumumkan dalam konferensi pers bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (26/9/2025) sore.

Kepala Divhubinter Polri Irjen Pol Amur Chandra Juli Buana menegaskan, penangkapan ini merupakan komitmen Polri dalam mengejar pelaku kejahatan lintas negara.

“Polri berkomitmen bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan internasional. Baik yang bersembunyi di dalam negeri maupun yang lari ke luar negeri, pasti akan kami kejar dan kembalikan,” kata Amur.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Eks CEO Investree Adrian Gunadi di Qatar

Adrian Gunadi telah ditetapkan sebagai buronan internasional melalui red notice Interpol sejak November 2024.

Ia diketahui melarikan diri ke Qatar setelah dinilai tidak kooperatif dalam proses penyidikan oleh OJK.

Menurut Amur, proses pemulangan AAG tidak mudah karena yang bersangkutan telah memiliki status permanent resident di Qatar.

Jalur ekstradisi antar-pemerintah (G to G) sempat dipertimbangkan, namun proses tersebut dinilai akan memakan waktu terlalu lama.

Titik balik terjadi saat Konferensi Interpol Asia Regional di Singapura.

Dalam pertemuan bilateral dengan otoritas Qatar, delegasi Indonesia yang dipimpin Sekretaris NCB Interpol berhasil memperoleh dukungan untuk mengamankan dan memulangkan tersangka.

Baca juga: Istri Gus Dur Ingin Aktivis Dibebaskan, Kapolri Minta Waktu Dalami Kasus

“Berkat pendekatan P-to-P (police to police), melalui mekanisme NCB to NCB, akhirnya kami berhasil memulangkan tersangka,” kata Amur.

“Ini menjadi bukti kuat bahwa kerja sama internasional yang solid dapat mengatasi hambatan hukum lintas negara,” ucapnya.

Saat ini, Adrian Gunadi telah berada dalam tahanan OJK dan dititipkan di Rutan Bareskrim Polri untuk proses hukum lebih lanjut.

Ia diduga menghimpun dana masyarakat secara ilegal melalui sejumlah perusahaan, dengan potensi kerugian yang signifikan.

Selain Adrian Gunadi, Polri menyebut masih ada sejumlah target lain dalam daftar buronan kasus serupa.

Baca juga: Yusril Sebut Jimly Asshiddiqie Digadang Bakal Masuk Komite Reformasi Polri

Amur menegaskan, pengejaran akan terus dilakukan.

Sementara itu, Deputi Komisioner Hukum dan Penyidikan OJK Yuliana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Polri, atas keberhasilan ini.

“Kolaborasi lintas institusi ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam penegakan hukum dan perlindungan masyarakat di sektor jasa keuangan,” kata Yuliana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polda Metro Jaya Tangkap Pria yang Mengaku Bjorka

3 October 2025 - 09:38

Ini Sosok Bjorka yang Ditangkap Polisi, Disebut Bobol 4,9 Juta Akun Data Nasabah

3 October 2025 - 02:56

Nikita Mirzani Tiba-tiba Mengaku Sakit Usai Jalani Sidang Enam Jam

3 October 2025 - 01:20

Tragedi 1965 dan perampasan tanah di Padang Halaban – ‘Tanah rakyat diambil tentara dengan memanfaatkan sentimen PKI’

30 September 2025 - 09:12

Kasus kematian tak biasa di Hungaria, 50 pria dibunuh oleh istri mereka – Ada apa di balik peristiwa bersejarah ini?

28 September 2025 - 03:49

Trending on Crime