
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, dalam mempersiapkan pencatatan saham perdana di bursa efek sisa tahun ini, pihaknya akan fokus pada kualitas.
BEI akan memastikan perusahaan yang telah berada dalam pipeline memiliki kualitas yang baik.
Selain itu, BEI juga menyelenggarakan program edukasi dan pendampingan bagi calon emiten, mulai dari go public workshop, coaching clinic, one-on-one meeting, hingga networking event.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, inisiatif ini bertujuan mempercepat transformasi perusahaan menuju status perusahaan terbuka sekaligus memperluas akses terhadap ekosistem pasar modal.
Baca juga: Saham 8 Emiten yang IPO Tahun Ini Melemah, BEI: Kinerja Tak Diukur dari Fluktuasi Harga
“BEI juga memperkuat kolaborasi dengan kementerian atau lembaga, asosiasi pengusaha, perbankan, dan mitra strategis lainnya,” kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/10/2025).
Selain IPO saham, Nyoman menambahkan, edukasi turut mencakup instrumen pendanaan lain seperti obligasi, sukuk, dan efek beragun aset untuk memperkaya alternatif pembiayaan serta diversifikasi investasi.
Dari sisi kualitas, BEI menerapkan evaluasi ketat yang tidak hanya berfokus pada aspek formal, tetapi juga mencakup keberlangsungan usaha, kualitas tata kelola, dan kompetensi manajemen dari calon perusahaan tercatat.
“Selain itu, BEI tengah menyusun kajian strategis IPO bersama berbagai pemangku kepentingan untuk memahami peluang dan tantangan, sekaligus memperkuat regulasi serta infrastruktur pasar modal,” imbuh dia.
Dengan langkah-langkah tersebut, BEI optimistis dapat menghadirkan perusahaan tercatat yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan pasar modal serta perekonomian nasional.
Sebagai informasi, BEI pada awal tahun ini menargetkan mampu menggelar 66 pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO) sepanjang tahun.
Namun demikian, hingga akhir kuartal III-2025, jumlah perusahaan baru yang melantai di bursa efek baru mencapai 23 emiten.
Baca juga: Akui Target IPO Belum Tercapai, BEI Sebut Pertumbuhan Emiten Masih Lebih Baik dari Thailand hingga Singapura









