Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Alasan Kimia Farma Bakal Jual 38 Aset Senilai Rp 2,1 Triliun

badge-check


					Alasan Kimia Farma Bakal Jual 38 Aset Senilai Rp 2,1 Triliun Perbesar

PT KIMIA Farma Tbk. (KAEF) berencana menjual 38 aset yang terdiri dari bangunan dan tanah senilai Rp 2,1 triliun. Langkah pengalihan aset ini disebut bagian dari rencana restrukturisasi perusahaan.

Corporate Secretary Kimia Farma Ganti Winarno Putro mengatakan perseroannya bakal meminta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 November 2025 untuk melaksanakan aksi korporasi ini. “

Dengan rencana ini, maka diharapkan perseroan akan memperoleh dana kas untuk dapat mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha perseroan,” katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Ahad, 28 September 2025.

Ganti mengatakan pengalihan aset ini merupakan 65,35 persen dari total kekayaan perseroan per 30 Juni 2025 sebesar Rp 3,2 triliun. Dia mengatakan saat ini Kimia Farma sedang menghadapi tantangan pengelolaan modal kerja untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas.

Kimia Farma, Ganti menambahkan, telah mengelola modal kerja, tapi kenaikan suku bunga pinjaman menjadi tantangan bagi perseroan. “Terutama dalam menjaga keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas,” katanya.

Untuk menghadapi tantangan ini, Ganti mengatakan Kimia Farma melakukan Rencana Restrukturisasi Perusahaan (RRP) untuk mengupayakan stabilitas keuangan dan mendukung pertumbuhan bisnisnya. Salah satu strategi sebagaimana RRP adalah melalui pengalihan aset berupa tanah dan bangunan.

Ganti mengatakan Kimia Farma bakal mengalihkan aset ini dengan tiga cara, yaitu penawaran umum atau lelang, penawaran terbatas, atau penunjukan langsung. “Dalam hal penawaran umum atau lelang, pelaksanaan penawaran umum atau lelang tersebut dapat dilakukan secara mandiri oleh Perseroan yang dilaksanakan oleh Panitia Penjualan, atau dilakukan oleh pejabat lelang yang bertugas di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang,” kata Ganti.

Pada semester I 2025, Kimia Farma membukukan rugi sebesar Rp 135 miliar. Jumlah itu susut dari kerugian Rp 312 pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 10 September 2025, Kimia Farma mencatatkan penjualan bersih Rp 4,3 triliun. Penjualan ini berasal dari pihak ketiga Rp 3,8 triliun dan pihak berelasi Rp 452 miliar.

Sementara itu, penjualan luar negeri dari produk garam kina dan essential oil tercatat sebesar Rp 63 miliar, sedangkan obat dan alat kesehatan Rp 316 juta. Sementara, beban pokok penjualan Kimia Farma turun dari Rp 3,6 triliun menjadi Rp 2,8 triliun sepanjang Januari-Juni 2025. Beban usaha tercatat sebesar Rp 1,4 triliun atau turun dari Rp 1,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Jumlah liabilitas Kimia Farma saat ini sebesar Rp 11,6 triliun dengan ekuitas Rp 14,9 triliun. Sedangkan aset Kimia Farma hingga 30 Juni 2025 sebesar Rp 14,9 triliun.

Sepanjang 2024, Kimia Farma mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 1,1 triliun. Jumlah ini turun dari tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi Rp 2,2 triliun. Pada periode tersebut, Kimia Farma membukukan pendapatan sebesar Rp 9,9 triliun. Pendapatan ini didorong penjualan pihak ketiga lokal sebesar Rp 8,8 triliun, pihak berelasi Rp 990 miliar, garam kina dan essential oil ke luar negeri Rp 117 miliar, yodium dan derivat 2,1 miliar, dan obat serta alat kesehatan Rp 17 miliar.

Pilihan Editor: Danantara Jadi Juru Selamat BUMN Farmasi yang Kolaps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance