Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Public Safety And Emergencies

1.000 Pendaki Terjebak di Gunung Everest, Warga Desa Sampai Dikerahkan untuk Penyelamatan

badge-check


					1.000 Pendaki Terjebak di Gunung Everest, Warga Desa Sampai Dikerahkan untuk Penyelamatan Perbesar

Narapena – – Hampir 1.000 pendaki terjebak di sejumlah area perkemahan di lereng timur Gunung Everest, Tibet.

Ratusan warga desa setempat bersama tim penyelamat dikerahkan untuk membersihkan timbunan salju yang menutup akses menuju wilayah tersebut. 

Area itu berada di ketinggian lebih dari 4.900 meter di atas permukaan laut, sebagaimana dilansir BBC, Minggu (5/10/2025).

Baca juga: Gunung Everest Pakai Drone untuk Ambil Sampah, Pekerjaan 6 Jam Kelar 10 Menit

Sejauh ini, sekitar 350 orang berhasil diselamatkan dan dibawa ke tempat aman di wilayah kecil Qudang, lapor kantor berita Reuters yang mengutip media lokal China.

Badai salju mulai melanda sejak Jumat (3/10/2025) malam dan semakin parah di lereng timur Everest, kawasan yang populer di kalangan pendaki.

“Itu sangat basah dan dingin, risiko hipotermia sangat tinggi,” ujar Chen Geshuang, salah satu anggota kelompok pendaki yang berhasil mencapai Qudang, kepada Reuters.

“Cuaca tahun ini benar-benar tidak normal. Pemandu kami mengatakan, belum pernah ada cuaca seperti ini pada bulan Oktober. Dan semuanya terjadi begitu tiba-tiba,” tambahnya.

Baca juga: Bisa Bantu Bersihkan Sampah di Gunung Everest, 1 Drone Setara 10 Orang

Menurut laporan media pemerintah China, tim penyelamat Blue Sky Rescue di Tibet menerima menerima panggilan darurat di mana beberapa tenda runtuh akibat beratnya salju. 

Sejumlah pendaki dilaporkan mengalami gejala hipotermia.

Otoritas pariwisata di Tingri juga telah menangguhkan penjualan tiket dan menutup akses ke kawasan wisata Everest sejak Sabtu (4/10/2025).

Wilayah tersebut tengah menghadapi cuaca ekstrem. 

Baca juga: Pria Las Vegas Mendaki Puncak Everest dari Rumahnya Sendiri, Bagaimana Bisa?

Di sisi lain, negara tetangga yakni Nepal juga dilanda hujan deras yang memicu tanah longsor dan banjir bandang, menewaskan sedikitnya 47 orang dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu di China bagian selatan, Topan Matmo telah mencapai daratan dan memaksa sekitar 150.000 penduduk mengungsi dari rumah mereka.

Gunung Everest, dengan ketinggian lebih dari 8.849 meter, dikenal sebagai puncak tertinggi di dunia. 

Meski ribuan orang mencoba mendakinya setiap tahun, jalur menuju puncak tersebut tetap dianggap sangat berbahaya.

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini juga menghadapi masalah kepadatan pendaki, kekhawatiran lingkungan, serta serangkaian insiden pendakian yang berujung fatal.

Baca juga: Kisah Phunjo Jhangmu Lama, Perempuan Tercepat yang Capai Puncak Gunung Everest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina

15 October 2025 - 18:51

Gempa 7,6 SR Guncang Filipina, Peringatan Tsunami hingga ke Indonesia

10 October 2025 - 13:26

Ponpes Al Khoziny Ambruk: Dasco Minta Polisi Usut, Mitigasi Digenjot

9 October 2025 - 18:14

Ancaman Bom di Kelapa Gading: Sekolah Internasional Jadi Target?

8 October 2025 - 17:10

KPK Periksa Kabiro Humas Kemnaker dalam Dugaan Korupsi Sertifikasi K3

7 October 2025 - 13:04

Trending on Public Safety And Emergencies