Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Public Safety And Emergencies

Tim Forensik Kesulitan Identifikasi Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny yang Ambruk

badge-check


					Tim Forensik Kesulitan Identifikasi Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny yang Ambruk Perbesar

SEBANYAK delapan jenazah ditemukan saat proses evakuasi korban yang tertimbun bangunan Pondok Pesantren atau Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, 3 Oktober 2025.

Pilihan editor: Makin Banyak Daftar RUU Prolegnas DPR, Bagaimana Kualitasnya?

“Sidik jari jenazah sudah mulai rusak karena pembusukan,” kata Kabid DVI Pusdokkes Polri, AKBP dr Wahyu Hidajati SpFM kepada awak media di Sidoarjo.

Delapan jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Surabaya. Tim Forensik sempat mengalami kesulitan identifikasi.

Tim forensik juga kesulitan mengidentifikasi jenazah karena sebagian korban merupakan anak-anak yang belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP). Karenanya, data sidik jari belum tersedia.

Selain itu, tim juga menemui kesulitan dalam identifikasi gigi. Sebab, belum ada ciri khusus dari laporan keluarga yang ditemukan.

“Misalnya ada yang copot satu atau apa begitu belum ada. Jadi untuk gigi juga agak kesulitan untuk membandingkan,” ucap Wahyu.

Selain itu, Wahyu menyebutkan bahwa sebagian korban juga menggunakan busana yang mirip karena berada di lingkungan pondok. Misalnya baju koko, peci, dan sarung tanpa identitas nama pada pakaian atau lainnya.

Wahyu melanjutkan, tim juga kesulitan mengindentifikasi tanda lahir pada tubuh. Sebabnya, sebagian keluarga tidak menghafal letak tanda lahir korban.

“Meskipun ada anggota keluarga yang hafal, tapi sampai sekarang pembandingannya itu belum ketemu,” ujar Wahyu.

Sebagai informasi, jumlah korban meninggal yang ditemukan akibat ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo menjadi 13 orang pada Jumat, 3 Oktober 2025 sore. Diperkirakan masih ada 50 korban yang tertimbun.

Bangunan empat lantai Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, roboh pada Senin, 29 September lalu. Ketika itu ratusan santri tengah melaksanakan salat asar berjamaah di lantai dua yang difungsikan sebagai musala.

Hingga kini, tim gabungan masih menyisir di sekitar lokasi kejadian untuk mencari puluhan korban yang belum ditemukan. Berdasarkan data sementara yang telah dihimpun oleh BNPB, jumlah korban terdampak secara keseluruhan mencapai 166 orang.

Pilihan editor: Tidak Ada Lagi Tanda Kehidupan, Petugas Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny dengan Alat Berat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina

15 October 2025 - 18:51

Gempa 7,6 SR Guncang Filipina, Peringatan Tsunami hingga ke Indonesia

10 October 2025 - 13:26

Ponpes Al Khoziny Ambruk: Dasco Minta Polisi Usut, Mitigasi Digenjot

9 October 2025 - 18:14

Ancaman Bom di Kelapa Gading: Sekolah Internasional Jadi Target?

8 October 2025 - 17:10

KPK Periksa Kabiro Humas Kemnaker dalam Dugaan Korupsi Sertifikasi K3

7 October 2025 - 13:04

Trending on Public Safety And Emergencies