Narapena Bek sayap Inter Milan, Denzel Dumfries, mengenang wejangan berharga eks pelatihnya yang kini menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor.
Nasihat yang terus membekas di benak Dumfries dari Pastoor adalah tentang pentingnya memiliki kebanggaan diri, terutama di saat-saat sulit. Sebuah prinsip yang ia pegang teguh dalam perjalanan kariernya.
Dumfries telah menjadi bagian penting dari Inter Milan sejak kepindahannya dari PSV Eindhoven pada musim panas 2021. Bersama *Nerazzurri*, kariernya justru semakin bersinar.
Ia menjadi pilihan utama di posisi bek kanan, baik di bawah arahan Simone Inzaghi maupun Cristian Chivu. Kehadiran Dumfries di sisi kanan pertahanan Inter Milan seolah menjadi jaminan kualitas dan energi tanpa henti.
Kontribusi Dumfries juga tak lepas dari prestasi yang diraih Inter Milan dalam beberapa tahun terakhir. Ia turut merasakan manisnya mengangkat trofi, termasuk *hattrick* Piala Super Italia dan dua trofi Coppa Italia secara beruntun.
Pencapaian puncak tentu saja adalah gelar *scudetto* yang diraih pada musim 2023-2024. Gelar ini menjadi bukti dominasi Inter Milan di kancah sepak bola Italia.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 – Gattuso Prihatin dengan Palestina, Timnas Italia Harus Tetap Main Lawan Israel
Selain kesuksesan di kompetisi domestik, Inter Milan sebenarnya punya potensi besar untuk merajai Eropa. Dalam tiga musim terakhir, mereka bahkan dua kali berhasil menembus final Liga Champions.
Sayangnya, ambisi untuk meraih Si Kuping Besar harus pupus. Pada final Liga Champions edisi 2022-2023, Inter Milan harus mengakui keunggulan Manchester City dengan skor tipis 0-1.
Kesempatan untuk merebut gelar juara kembali datang di final Liga Champions 2024-2025. Namun, kali ini, pil pahit harus ditelan lebih dalam setelah dibantai Paris Saint-Germain dengan skor telak 0-5.
Kekalahan telak dari PSG itu tentu menjadi momen yang menyakitkan bagi Inter Milan. Namun, Denzel Dumfries menyadari bahwa bahkan dari kekalahan memalukan itu, masih ada hal yang bisa dibanggakan.
Barcelona Siaga di Piala Dunia U-20 2025, 10 Pemain Diamati Termasuk 1 dari Jepang
Pelajaran inilah yang ia dapatkan dari Alex Pastoor, sosok yang pernah melatihnya di Sparta Rotterdam.
“Saya belajar dari pelatih Alex Pastoor bahwa Anda harus menikmati momen tersebut, sadar akan di mana Anda berada, dan bangga dengan itu,” ungkap Dumfries, seperti dikutip dari Voetbal Primeur.
“Hal itu terkadang sulit, tetapi baik untuk melihat dari sudut pandang yang lebih luas dan hanya mengatakan ‘bagus, kerja bagus’ pada diri sendiri.”
“Misalnya, cara Inter kalah di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain sangat mengerikan.”
“Namun, Inter berhasil mencapai dua final Liga Champions dalam tiga tahun. Jadi, terkadang saya mencoba melihat gambaran yang lebih besar dan berpikir, Denzel, kamu seharusnya bangga,” imbuh bek asal Belanda tersebut.
Alex Pastoor memang merupakan sosok penting dalam perkembangan karier Denzel Dumfries. Asisten pelatih Timnas Indonesia itu adalah orang yang pertama kali memberikan kesempatan kepada Dumfries untuk bersinar di Sparta Rotterdam pada tahun 2015.
Kini, keduanya telah menempuh jalan masing-masing. Pastoor fokus pada tugasnya bersama Timnas Indonesia, sementara Dumfries terus melanjutkan kariernya di Italia bersama Inter Milan. Meskipun terpisah jarak, nasihat dan bimbingan Pastoor tetap menjadi pegangan bagi Dumfries dalam menghadapi setiap tantangan di lapangan hijau.









