Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Politik

Trump akan Bertemu Netanyahu di Gedung Putih, Bahas Rencana Damai Gaza

badge-check


					Trump akan Bertemu Netanyahu di Gedung Putih, Bahas Rencana Damai Gaza Perbesar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada hari Senin (29/9) atau Selasa (30/9) dinihari.

Trump akan mendorong proposal perdamaian Gaza setelah sejumlah pemimpin Barat menerima status negara Palestina, berbeda posisi dengan Amerika dan Israel.

Trump mengatakan bahwa ia mengharapkan persetujuan Netanyahu mengenai rencana mengakhiri konflik di Gaza serta membebaskan sandera yang tersisa.

“Kami mendapat respons yang sangat baik karena Bibi (panggilan Netanyahu) juga ingin mencapai kesepakatan itu,” kata Trump pada Minggu (28/9) dikutip dari Reuters.

Baca juga:

  • 20 Ribu Pasukan Indonesia: Kunci Perdamaian di Gaza?

Politikus Partai Republik itu juga memuji pemimpin Arab Saudi, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania atas bantuan mereka menuju kesepakatan. Trump juga mengatakan, perdamaian ini bertujuan untuk mendamaikan Timur Tengah.

“Gaza adalah bagian darinya. Tapi ini adalah perdamaian di Timur Tengah,” katanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (REUTERS/Ronen Zvulun) 

Sebelumnya, rencana perdamaian berisi 21 poin beredar di kalangan sejumlah negara Arab dan Muslim di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan lalu.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, dalam poin-poin tersebut, terdapat rencana pembebasan semua sandera baik yang masih hidup maupun tewas, rencana dialog baru antara Israel dan Palestina, hingga penghentian serangan Israel ke Qatar.

Qatar sebelumnya meradang karena Israel menyerang pemimpin Hamas di Doha, ibu kota negara tersebut. Trump juga mengkritik langkah tersebut dan meminta Israel berhati-hati.

Dikutip dari BBC, beberapa poin yang kabarnya telah disepakati adalah pembebasan sandera dalam waktu 48 jam. Sebagai gantinya, Israel membebaskan ratusan tahanan Palestina yang menjalani hukuman seumur hidup.

Selain itu, semua struktur militer Hamas akan dihancurkan dan tak akan memiliki peran di Gaza pada masa depan. Sedangkan anggota Hamas yang berkomitmen pada perdamaian ditawarkan amnesti dan jalur aman keluar Gaza.

Selain itu, militer Israel (IDF) akan secara bertahap menarik diri dari Gaza. Wilayah tersebut akan diperintah oleh pemerintahan transisi untuk sementara.

Militer Israel melancarkan operasi di Gaza sebagai respons atas serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023. Setidaknya 66.055 orang telah tewas dalam serangan Israel di Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Prabowo Kirim Pasukan Perdamaian ke Palestina: Misi & Tujuan

15 October 2025 - 14:16

KSPI Soroti Program Magang Nasional, Said Iqbal: Penghinaan terhadap Sarjana

15 October 2025 - 05:07

Gencatan Senjata Gaza: Masa Depan Setelah Pertukaran Sandera?

14 October 2025 - 21:36

Prabowo Saksikan Damai Gaza: Tiba di Indonesia, Apa Hasilnya?

14 October 2025 - 16:35

Nadiem Makarim Tersangka: Praperadilan Ditolak, PN Jaksel Sahkan!

13 October 2025 - 15:39

Trending on Politik