Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Politik

Ngatiyana Dukung Poe Ibu Dedi Mulyadi: Program Inspiratif untuk Perempuan!

badge-check


					Ngatiyana Dukung Poe Ibu Dedi Mulyadi: Program Inspiratif untuk Perempuan! Perbesar

jabar.jpnn.com, CIMAHI –

Wali Kota Cimahi Ngatiyana secara resmi menyatakan dukungan penuhnya terhadap Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau yang lebih dikenal sebagai Poe Ibu, sebuah inisiatif dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM). Program ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menunjang pembangunan daerah, terutama dalam memberikan bantuan nyata bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Ngatiyana menekankan pentingnya ketulusan dalam setiap kontribusi. “Betul, saya mendukung. Yang penting ikhlas, walaupun seribu rupiah namun sangat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. Saya menyetujui dan sangat mendukung program Bapak KDM tentang peduli seribu perak,” ujarnya di Cimahi, seperti dikutip pada Rabu (8/10/2025).

Dukungan Ngatiyana terhadap Poe Ibu tidak lepas dari pengalaman pribadinya. Ia mengungkapkan bahwa gerakan serupa pernah diinisiasi saat dirinya menjabat sebagai Ketua RW 24 Cipageran, Cimahi. Kala itu, setiap warga diimbau untuk menyisihkan iuran sukarela sebesar Rp500 dalam program bertajuk “peduli 500”. Gerakan tersebut, menurut Ngatiyana, dilakukan atas dasar keikhlasan dan terbukti memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas.

Meski telah menyatakan dukungan, Ngatiyana belum merinci detail teknis mengenai penggalangan iuran Poe Ibu di wilayah Cimahi. Ia berencana untuk mengimplementasikan program ini terlebih dahulu di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi. Sementara itu, untuk masyarakat umum, Ngatiyana menyarankan agar implementasi dapat dilakukan di tingkat RW masing-masing, disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan komunitas setempat.

Ngatiyana juga menegaskan bahwa gerakan iuran seribu rupiah ini tidak akan diterapkan secara kaku. Ia memastikan bahwa program ini bersifat sukarela dan tanpa paksaan bagi setiap ASN di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Cimahi. “Tidak harus dipaksa setiap hari, seikhlasnya. Tidak harus setiap hari, kalau bisa lebih bagus,” tambahnya, menunjukkan fleksibilitas dalam pelaksanaannya.

Respons positif dari Wali Kota Cimahi Ngatiyana ini berbeda dengan sikap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Farhan mengaku belum mengetahui adanya Surat Edaran (SE) mengenai Gerakan Poe Ibu, meskipun SE tersebut telah disampaikan oleh Pemprov Jabar pada 1 Oktober 2025. Farhan menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap pengumpulan dana dari masyarakat harus dilakukan secara administratif dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai standar yang berlaku.

Farhan menambahkan bahwa dirinya akan mempelajari SE tersebut begitu sampai di meja kerjanya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa program yang dijalankan tidak menyimpang dari aturan atau justru memberatkan masyarakat. “Saya menunggu surat edaran dari beliau dulu secara tertulis,” pungkasnya, menunjukkan kehati-hatian dalam menerima dan mengimplementasikan kebijakan baru.

Sebagai informasi, Gerakan Poe Ibu mengajak seluruh elemen masyarakat secara sukarela, mulai dari ASN, pelajar, hingga pemerintah kabupaten dan kota, untuk menyisihkan uang seribu rupiah per hari. Dana yang terkumpul dari gerakan ini nantinya akan disalurkan melalui rekening khusus di Bank BJB dengan format nama rekening “Rereongan Poe Ibu” diikuti oleh nama instansi, sekolah, atau unsur masyarakat terkait. Pengumpulan, pengelolaan, penyaluran, pencatatan, dan pelaporan dana sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengelola setempat, dengan akuntabilitas yang transparan. Di tingkat provinsi, Gerakan Poe Ibu telah berjalan, di mana ASN Pemprov Jabar menyisihkan seribu rupiah yang kemudian dananya digunakan untuk menangani aduan masyarakat di Pos Aduan Bale Pananggeuhan, Gedung Sate. (mcr27/jpnn)

Ringkasan

Wali Kota Cimahi Ngatiyana secara resmi menyatakan dukungan penuhnya terhadap Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu, inisiatif Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia melihat program ini sebagai langkah strategis membantu masyarakat ekonomi terbatas dan menekankan pentingnya keikhlasan dalam setiap kontribusi. Ngatiyana berencana mengimplementasikan program ini terlebih dahulu di kalangan ASN Pemkot Cimahi, lalu menyarankan di tingkat RW untuk masyarakat umum. Program ini akan bersifat sukarela dan tanpa paksaan.

Gerakan Poe Ibu mengajak seluruh elemen masyarakat, seperti ASN dan pelajar, untuk menyisihkan seribu rupiah per hari secara sukarela. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui rekening khusus Bank BJB dan menjadi tanggung jawab pengelola setempat untuk akuntabilitas. Berbeda, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan belum mengetahui adanya Surat Edaran dan akan mempelajarinya untuk memastikan kepatuhan aturan sebelum implementasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Prabowo Kirim Pasukan Perdamaian ke Palestina: Misi & Tujuan

15 October 2025 - 14:16

KSPI Soroti Program Magang Nasional, Said Iqbal: Penghinaan terhadap Sarjana

15 October 2025 - 05:07

Gencatan Senjata Gaza: Masa Depan Setelah Pertukaran Sandera?

14 October 2025 - 21:36

Prabowo Saksikan Damai Gaza: Tiba di Indonesia, Apa Hasilnya?

14 October 2025 - 16:35

Nadiem Makarim Tersangka: Praperadilan Ditolak, PN Jaksel Sahkan!

13 October 2025 - 15:39

Trending on Politik