
Pengamat MotoGP terkemuka, Carlo Pernat, secara lugas membahas penampilan cemerlang pembalap Lenovo Ducati, Francesco Bagnaia, yang sukses menjuarai seri Jepang. Kemenangan ini menandai sebuah gebrakan besar dari Pecco setelah menjalani musim yang tidak mudah.
Pembalap tim Lenovo Ducati tersebut memang menghadapi musim yang penuh tantangan hingga pekan balapan di Jepang kemarin. Setelah terakhir kali mengukir kemenangan pada seri Amerika Serikat, Bagnaia akhirnya kembali meraih puncak podium, mematahkan dahaga kemenangan yang cukup panjang.
Yang lebih istimewa, kemenangan di Sirkuit Motegi terasa begitu berkesan karena Pecco tampil sangat dominan, mengukuhkan posisinya di lintasan. Aksi luar biasa dari pembalap yang akrab disapa Pecco ini pun tak luput dari perhatian tajam Carlo Pernat, sang pengamat MotoGP veteran.
Pujian melambung tinggi dilontarkan oleh pria Italia berusia 77 tahun ini. Ia bahkan merasa publik sudah berutang permintaan maaf kepada Bagnaia karena sempat meragukan kemampuannya di sepanjang musim ini.
“Tepuk tangan meriah untuk Pecco Bagnaia,” ujar Pernat, seperti dilansir Juara.net dari Motosan. “Kita semua berutang maaf kepadanya…” Pernat kemudian menyoroti akar permasalahan yang dihadapi Bagnaia sebelumnya.
“Dari sisi saya, saya pribadi merasa masalah utamanya lebih bersifat psikologis. Itu adalah tantangan menjadi rekan setim Marc Marquez, seseorang yang selalu menghancurkan rekan-rekan setimnya. Situasi itu tentu sulit untuk ia pungkiri,” jelas Pernat.
“Namun, kenyataannya memang ada masalah dalam hal teknis juga. Pada seri Jepang, mereka memberikan dia motor 2024. Itu mungkin terlihat sebagai hal yang sederhana, tetapi itulah yang sangat ia cari dan butuhkan.” Pernat menambahkan bahwa kehadiran Marquez di dekatnya membuat segalanya menjadi lebih rumit. “Ketika ada Marquez di dekat Anda, semua yang mudah jadi terasa susah. Di satu sisi, hal yang sulit pun menjadi mustahil untuk diselesaikan,” sambung Pernat.
Francesco Bagnaia dan para pembalap lainnya saat ini sedang menantikan seri balapan selanjutnya, yakni MotoGP Indonesia 2025. Meskipun gelar juara dunia diyakini sudah dikunci oleh Marc Marquez pada seri Jepang kemarin, Pecco diharapkan masih bisa menghibur para penggila balap di sisa musim ini.
Pernat berharap agar murid kebanggaan Valentino Rossi itu dapat menyuguhkan duel-duel panas yang memukau melawan Marquez pada lima seri tersisa. “Menurut hemat saya, Bagnaia baru saja menjalani momen terburuk dalam karier dan kehidupannya,” tukas Pernat.
“Hebatnya, dia mampu melewati itu semua. Sekarang, saya harap dia bisa tampil memukau pada lima seri yang tersisa. Dia bisa menghibur kita semua dengan menciptakan ‘kejuaraan mini’.” Pernat membayangkan sebuah “kejuaraan kecil” yang mempertontonkan duel epik antara Marquez melawan Bagnaia yang tampil seperti seri kemarin, serta (Marco) Bezzecchi yang konsisten dan tanpa kesialan.
“Dengan hal-hal itu, saya pikir kita bisa membuat kejuaraan kecil-kecilan… Seperti yang diketahui, kejuaraan yang sebenarnya sudah berakhir gara-gara Marquez,” pungkas Pernat.
Tim Valentino Rossi Pakai Livery Spesial Bernuansa Indonesia, Franco Morbidelli Senang Balapan di Mandalika
Bursa Transfer MotoGP, Bos LCR Honda Angkat Bicara Soal Isu Perekrutan Pembalap Moto2
Ringkasan
Pengamat MotoGP terkemuka, Carlo Pernat, memuji Francesco Bagnaia atas kemenangan dominannya di seri Jepang yang mengakhiri musim penuh tantangan. Pernat merasa publik berutang maaf kepada Bagnaia karena sempat meragukan kemampuannya. Ia menjelaskan bahwa masalah Pecco sebelumnya bersifat psikologis karena kehadiran Marc Marquez, serta teknis, yang diselesaikan dengan pemberian motor 2024 di Jepang.
Kemenangan di Jepang menandai Bagnaia telah melewati momen terberat dalam kariernya. Pernat berharap Bagnaia dapat menyuguhkan duel-duel memukau melawan Marquez di lima seri tersisa, menciptakan “kejuaraan mini” yang menghibur. Ini diharapkan dapat menghidupkan kembali persaingan di sisa musim, meski gelar juara dunia utama diyakini sudah dikunci oleh Marquez.









