Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Olahraga

Fiorentina Hancurkan Como: Fabregas Kirim Sinyal Bahaya ke Serie A!

badge-check


					Fiorentina Hancurkan Como: Fabregas Kirim Sinyal Bahaya ke Serie A! Perbesar

Narapena – Media terkemuka Italia, Tuttomercato, memberikan analisis mendalam atas kemenangan dramatis Como 1907 dengan skor 2-1 saat bertandang ke markas Fiorentina pada Minggu (21/9/2025) dini hari WIB. Pertandingan pekan keempat Liga Italia musim 2025-2026 yang digelar di Stadion Artemio Franchi, kandang kebanggaan La Viola, menyajikan kejutan yang menggairahkan.

Di bawah asuhan pelatih Cesc Fabregas, skuad Como 1907 harus tertinggal lebih dulu setelah Rolando Mandragora mencetak gol cepat pada menit keenam. Namun, semangat juang tim tidak padam. Como 1907 berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua melalui sundulan tajam Marc-Oliver Kempf pada menit ke-65, memanfaatkan umpan manis dari tendangan bebas Nico Paz. Kemenangan bersejarah Como 1907 akhirnya dipastikan oleh gol pemain muda berusia 20 tahun, Jayden Addai, di masa injury time, berkat operan terobosan brilian dari gelandang serang berusia 21 tahun, Nico Paz, yang tampil impresif.

Usai pertandingan, Cesc Fabregas mengungkapkan kebanggaannya dalam konferensi pers. “Usia muda adalah kekuatan kami hari ini, bukan kelemahan,” tegas Fabregas. Ia bahkan menambahkan anekdot mengenai semangat juang Addai, “Addai bahkan ingin mencetak gol ketiga pada menit ke-95 walau ia kehilangan bola dan Fiorentina hampir menyamakan kedudukan. Namun, apa yang bisa saya katakan ke dia? Mencegahnya mencari gol lagi?”

Bagi media Italia, Tuttomercato, kemenangan ini bukan sekadar hasil biasa, melainkan cerminan identitas permainan Como 1907 yang begitu menggairahkan di panggung Serie A. Mereka secara khusus menyoroti bahwa kekuatan finansial dari pemilik asal Indonesia bukanlah satu-satunya faktor penentu. “Como 1907 mungkin punya dukungan finansial kuat dari Hartono bersaudara tetapi mereka punya kompetensi dan kepercayaan yang tak pernah pudar akan suatu cara bermain,” tulis Tuttomercato, menegaskan bahwa keyakinan pada gaya permainan ini berasal baik dari sang pelatih, Fabregas, maupun departemen teknis klub.

Tuttomercato kemudian menggambarkan skenario kontras dalam laga tersebut. Pelatih Fiorentina, Stefano Pioli, memilih untuk menurunkan penyerang senior Edin Dzeko yang hampir berusia 40 tahun pada babak kedua, sementara Fabregas justru memasukkan sepasang pemain sayap muda kelahiran 2005, yakni Jesus Rodriguez dan Jayden Addai. Keberhasilan Fabregas dengan pergantian pemain muda ini dianggap sebagai pesan kuat bagi seluruh liga. “Siapapun yang ingin meraih zona Eropa harus juga mengatasi Como,” lanjut mereka, menyoroti bahwa pendekatan Fabregas dengan pemain muda dapat menjadi batu sandungan bagi ambisi klub-klub lain.

Baca juga: Hasil Fiorentina Vs Como 1-2: Dua Assist Nico Paz, Tim Fabregas Menang

Keberhasilan Fabregas dalam memoles talenta-talenta muda secara konsisten memicu pertanyaan lanjutan dari media lokal yang hadir. Mereka penasaran apakah Fabregas juga berkomitmen untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta muda asal Italia di masa mendatang. Menanggapi hal tersebut, Fabregas menegaskan kembali filosofi klub. “Sejak awal kami berkomitmen untuk bermain dengan pemain muda,” ujarnya. “Kami perlu terus menemukan pemain-pemain bertalenta tinggi. Saya janji akan melakukan semuanya untuk mencari pemain Italia berbakat. Saya siap untuk mencari dan mengembangkan mereka,” tutup Fabregas, menegaskan komitmennya terhadap masa depan sepak bola Italia.

Baca juga: Presiden Como asal Indonesia Saksi Nico Paz yang Kian Mirip Messi

Ringkasan

Como 1907 secara dramatis berhasil mengalahkan Fiorentina 2-1 dalam laga tandang pekan keempat Liga Italia 2025-2026. Sempat tertinggal oleh gol Rolando Mandragora, Como menyamakan kedudukan melalui Marc-Oliver Kempf dan memastikan kemenangan di masa injury time lewat gol Jayden Addai, dengan Nico Paz berkontribusi dua assist. Pelatih Cesc Fabregas mengungkapkan kebanggaannya atas semangat juang dan kekuatan pemain mudanya dalam pertandingan tersebut.

Media Italia, Tuttomercato, mengapresiasi kemenangan ini sebagai cerminan identitas permainan Como yang menggairahkan, menegaskan bahwa ini bukan hanya soal dukungan finansial. Pendekatan Fabregas yang mengandalkan pemain muda, seperti memasukkan Jayden Addai, dianggap sebagai pesan kuat bagi klub Serie A lainnya yang berambisi meraih zona Eropa. Fabregas juga menegaskan komitmennya untuk terus mencari dan mengembangkan talenta-talenta muda, termasuk dari Italia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY?

15 October 2025 - 20:30

Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026

15 October 2025 - 20:08

5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang?

15 October 2025 - 19:42

Tak Perlu Tiru Marc Marquez Membalap sampai Dekati Maut, Motor Honda Kini Lebih Ramah

15 October 2025 - 10:31

Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia: Arab Saudi Imbang, Qatar Menang

15 October 2025 - 10:04

Trending on Olahraga