
Emilio Audero Mulyadi Berhasil Membuat Indonesia Bangga Lewat Penampilan Gemilang di Serie A atau Liga Italia
Penjaga gawang keturunan Indonesia, Emilio Audero Mulyadi, kini menjelma menjadi sorotan utama di panggung Serie A Italia. Penampilannya yang memukau berhasil mengharumkan nama Indonesia di salah satu kompetisi teratas Eropa, Liga Italia.
Pemain berusia 28 tahun ini memang baru kembali berkiprah di kompetisi teratas Italia sejak awal musim ini. Ia didatangkan oleh US Cremonese dengan skema pinjaman dari Como 1907 dan akan berseragam “La Cremo” hingga akhir musim nanti.
Sejauh ini, Emil, panggilan akrabnya, telah menunjukkan kualitasnya dalam lima pertandingan bersama tim barunya. Empat laga ia catatkan di ajang Serie A, sementara satu pertandingan lainnya ia mainkan di turnamen Piala Italia.
Dari kelima laga tersebut, Emil mencatatkan penampilan yang sangat luar biasa, bahkan namanya kian santer menjadi perbincangan di dunia sepak bola Negeri Pizza.
Puncaknya, dalam dua laga terakhir, pemain kelahiran Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, ini berhasil mencatatkan lima penyelamatan krusial dalam satu pertandingan. Performa konsisten ini secara otomatis menempatkannya di posisi elit penjaga gawang Serie A.
Kans Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026 Masih Terbuka Lebar, Miliano Jonathans: Ayo Wujudkan Mimpi!
Melansir dari data Kickest.it, Emil Audero kokoh di urutan puncak daftar kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak musim ini. Dari empat laga Liga Italia yang sudah dimainkan, ia berhasil membukukan 20 penyelamatan, yang menjadikannya “raja penyelamat” hingga pekan keempat.
Lebih impresif lagi, eks kiper Inter Milan dan Juventus ini berhasil mengungguli beberapa nama tenar. Sebagai contoh, David de Gea dari Fiorentina berada di urutan kedua dengan 18 penyelamatan, sementara Ivan Provedel menempati urutan ketiga dengan 15 penyelamatan sejauh ini. Dengan catatan tersebut, Emil Audero memiliki persentase penyelamatan sebesar 87.0 persen, sebuah angka yang mengesankan.
Namun, untuk urusan nirbobol atau clean sheets, kiper Timnas Indonesia ini (sesuai yang disebutkan dalam artikel asli) masih harus mengakui keunggulan satu nama. Emil berada di urutan ketiga dengan dua kali nirbobol dalam daftar tersebut. Ia bersanding dengan Alex Meret (Napoli), Michele Di Gregorio (Juventus), dan Franco Israel Wibmer (Torino).
Pelatih Asal Irak Akui Butuh Usaha Lebih Besar untuk Menang 4 Kali Beruntun Lawan Timnas Indonesia
Sementara itu, pemuncak daftar nirbobol di Serie A adalah kiper dari AS Roma, yakni Mile Svilar, yang sejauh ini sudah mencatatkan tiga kali nirbobol di ajang Serie A.
Kendati demikian, catatan sebagai raja penyelamat sudah lebih dari cukup untuk membuktikan kapasitas Emil. Terlebih, ia mampu bersaing ketat dengan kiper-kiper tim besar, padahal dirinya kini membela US Cremonese, sebuah klub yang baru saja promosi ke kasta tertinggi.
Di sisi lain, penampilan cemerlang Emil Audero ini juga disebut sebagai keuntungan besar bagi Timnas Indonesia.
Menurut artikel tersebut, Patrick Kluivert, yang merupakan pelatih kepala timnas, tidak perlu bingung dalam menentukan pilihan penjaga gawang jelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, berkat deretan kiper berkualitas seperti Emil Audero, Maarten Paes, Ernando Ari, hingga Nadeo Argawinata.
Ringkasan
Penjaga gawang keturunan Indonesia, Emilio Audero Mulyadi, berhasil menarik perhatian di Serie A Italia melalui penampilan gemilangnya bersama US Cremonese yang baru promosi. Ia telah mencatatkan 20 penyelamatan dari empat pertandingan Liga Italia, menjadikannya “raja penyelamat” dan memimpin daftar kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak musim ini. Performa impresifnya ini mengungguli beberapa kiper top lainnya di kompetisi tersebut.
Dengan persentase penyelamatan mencapai 87.0% dan dua kali nirbobol, Emil Audero membuktikan kapasitasnya di level tertinggi sepak bola Italia. Penampilan cemerlangnya ini dinilai sebagai keuntungan besar bagi Timnas Indonesia. Hal ini memberikan pelatih pilihan penjaga gawang berkualitas untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026, termasuk Emil Audero bersama Maarten Paes, Ernando Ari, dan Nadeo Argawinata.









