Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Olahraga

Calvin Verdonk: 3 Rekor, Assist Manja, dan Potensi Geng Langka!

badge-check


					Calvin Verdonk: 3 Rekor, Assist Manja, dan Potensi Geng Langka! Perbesar

Narapena – Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, berpotensi menjadi kunci bagi LOSC Lille dalam upaya mencetak tiga rekor sekaligus saat menghadapi AS Roma pada laga kedua fase grup Liga Europa. Mampukah servis Verdonk membantu eks AC Milan, Olivier Giroud, mengukir sejarah?

Pertandingan Liga Europa 2025/2026 antara AS Roma dan Lille dijadwalkan berlangsung di Stadion Olimpico, Italia, pada Kamis, 2 Oktober, pukul 23.45 WIB. Duel ini menjanjikan pertarungan sengit mengingat kedua tim sama-sama mengantongi modal kemenangan di laga perdana.

Roma sukses menaklukkan tim asal Ligue 1 lainnya, OGC Nice, dengan skor 1-2, sementara Lille berhasil mengamankan tiga poin setelah membungkam Brann dengan skor 2-1.

Dari segi performa di kompetisi domestik, AS Roma, di bawah arahan Gian Piero Gasperini, menunjukkan sedikit keunggulan. Kemenangan 2-0 atas Hellas Verona di pekan kelima Serie A menjadi bekal positif bagi Giallorossi.

Di sisi lain, Calvin Verdonk dan rekan-rekannya di Lille justru menelan pil pahit setelah dipermalukan Lyon di kandang sendiri dengan skor tipis 0-1 pada pekan keenam Ligue 1.

Kendati demikian, pelatih Lille, Bruno Genesio, tetap optimistis anak asuhnya mampu memberikan perlawanan sengit dan menggagalkan ambisi AS Roma untuk berjaya di hadapan pendukungnya sendiri. “Tahun lalu di Liga Champions, kami tampil hebat melawan tim-tim papan atas. Sekarang kami harus melakukan hal yang sama melawan tim dengan kaliber yang sama,” ujar Genesio, seperti dikutip dari laman resmi UEFA.

Sementara itu, allenatore AS Roma, Gasperini, tak ingin terlena dengan ekspektasi tinggi. Mantan pelatih Atalanta tersebut menyadari betul potensi ancaman yang bisa dihadirkan Lille. “Mereka mengalami awal musim yang sulit, tetapi penampilan mereka tetap bagus dan positif. Ini adalah pertandingan di mana kami harus sangat waspada dan siap,” katanya.

Terlepas dari persiapan kedua tim, ada tiga rekor yang berpotensi diukir LOSC Lille bersama Calvin Verdonk, asalkan mereka mampu menaklukkan AS Roma. Berikut rinciannya, dirangkum dari laman BBC:

1. Mencetak Sejarah di Pertemuan Perdana

Laga ini menjadi momen spesial karena menandai pertemuan pertama antara AS Roma dan LOSC Lille di kompetisi resmi. Pemenang dalam pertandingan ini akan mencatatkan namanya dalam buku sejarah sebagai tim pertama yang meraih kemenangan dalam head to head, sekaligus mengamankan tiga poin perdana.

Calvin Verdonk berpeluang besar membantu LOSC Lille mencetak sejarah dengan mengalahkan “Serigala Ibu Kota” untuk pertama kalinya di kompetisi resmi, khususnya di ajang UEFA Europa League.

Selain itu, laga ini juga bisa menjadi panggung bagi Verdonk untuk mencatatkan namanya di papan skor atau memberikan assist. Sejak bergabung dari NEC Nijmegen, pemain Timnas Indonesia berusia 28 tahun ini telah tampil sebanyak tiga kali (1 di Liga Europa, 2 di Ligue 1), namun belum menyumbangkan gol maupun assist.

2. Mengulang Kenangan Manis 16 Tahun Silam

LOSC Lille berpeluang mengulang catatan manis 16 tahun lalu, tepatnya pada musim 2009/2010, ketika terakhir kali klub Ligue 1 tersebut meraih kemenangan beruntun di ajang Liga Eropa.

Kala itu, Lille berhasil mengalahkan Slavia Praha dan Fenerbahce secara beruntun. Pada musim 2025/2026 ini, Lille memulai petualangannya di UEFA Europa League dengan kemenangan 2-1 atas Brann di Stadion Pierre-Mauroy.

Untuk mengulang rekor manis tersebut, Lille wajib mengalahkan Giallorossi.

3. Membantu Eks AC Milan Masuk Jajaran Legenda

Calvin Verdonk berpotensi menjadi protagonis yang membantu mantan pemain AC Milan, Olivier Giroud, mengukir rekor prestisius.

Giroud mencatatkan rekor sebagai pencetak gol sundulan tertua di Liga Europa saat Lille mengalahkan Brann 2-1, yakni pada usia 38 tahun 360 hari.

Mantan pemain Chelsea, Arsenal, dan AC Milan ini berpeluang kembali mencatatkan namanya dalam sejarah jika mampu mencetak gol ke gawang tim sekota Lazio.

Saat laga Roma vs Lille digelar, Giroud akan berusia 39 tahun. Dalam sejarah Liga Europa, hanya ada dua pemain yang mampu mencetak gol di usia 39 tahun ke atas, yaitu Daniel Hestad (40 tahun) saat memperkuat Molde, dan Joaquin (41 tahun) kala membela Real Betis.

Assist dari Calvin Verdonk akan sangat dinantikan Olivier Giroud di laga kali ini.

(Tribunnews.com/Giri)

Ringkasan

Pertandingan Liga Europa antara AS Roma dan LOSC Lille akan digelar pada 2 Oktober, menjadi pertemuan perdana kedua tim di kompetisi resmi. Lille berpeluang mencetak sejarah dengan memenangkan pertandingan ini dan mengamankan tiga poin penting, setelah sebelumnya mengalahkan Brann.

Selain itu, Lille berkesempatan mengulang kenangan manis 16 tahun lalu dengan meraih kemenangan beruntun di Liga Eropa. Calvin Verdonk juga berpotensi membantu Olivier Giroud, mantan pemain AC Milan, untuk mencetak rekor sebagai salah satu pemain tertua yang mencetak gol di Liga Europa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY?

15 October 2025 - 20:30

Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026

15 October 2025 - 20:08

5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang?

15 October 2025 - 19:42

Tak Perlu Tiru Marc Marquez Membalap sampai Dekati Maut, Motor Honda Kini Lebih Ramah

15 October 2025 - 10:31

Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia: Arab Saudi Imbang, Qatar Menang

15 October 2025 - 10:04

Trending on Olahraga