Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

badge-check


					WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar Perbesar

Narapena JAKARTA. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) tengah gencar menyusun strategi ambisius untuk mengejar target nilai kontrak pada tahun 2025. Meskipun realisasi kontrak baru per hari ini baru mencapai Rp 116 miliar, atau sekitar 6% dari target tahunan Rp 1,9 triliun, perseroan tetap menunjukkan optimisme yang kuat dalam mencapai ambisinya.

Direktur Pemasaran & QHSE WEGE, Tomo Dwihasputro, menjelaskan bahwa perubahan fokus kebijakan pemerintahan yang baru, ditambah dengan adanya efisiensi anggaran, turut memengaruhi capaian nilai kontrak yang belum sesuai ekspektasi. Sektor konstruksi memang menghadapi dinamika yang baru dan penuh tantangan.

Namun, di tengah tantangan tersebut, Wika Gedung tetap yakin target Rp 1,9 triliun akan tercapai hingga akhir tahun 2025. Keyakinan ini didorong oleh sejumlah proses tender proyek strategis yang saat ini masih berjalan dan diharapkan dapat dikantongi pada kuartal terakhir tahun ini.

Realisasi Kontrak Baru WEGE Baru Mencapai Rp 116 Miliar, Ini Penyebabnya

Menurut Tomo, setidaknya ada enam proyek baru besar yang sedang dalam proses dan siap dikantongi menjelang akhir tahun. Pertama, adalah proyek pembangunan gedung lembaga legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang pengumumannya diperkirakan pada Oktober 2025. “Tender proyek gedung pemerintahan di IKN tersebut berada di bawah naungan Otorita IKN,” ujarnya dalam Media Gathering WEGE, Rabu (15/10). Dengan total nilai proyek OIKN yang mencapai sekitar Rp 8 triliun, WEGE sangat berharap dapat memenangkan salah satu paket proyek tersebut. Mengingat skala proyek yang masif, perseroan bahkan bersiap untuk melakukan Kerja Sama Operasional (KSO) dengan kontraktor lain.

Selain itu, WEGE juga aktif menanti pengumuman pemenang tender proyek di Provinsi DKI Jakarta. Proyek ini meliputi pembangunan rumah susun yang terbagi menjadi dua paket, dengan masing-masing paket memiliki nilai kontrak senilai Rp 250 miliar.

Ada Gugatan PKPU terhadap Wika Gedung (WEGE), Ini Detailnya

Ketiga, perseroan tengah menargetkan tender proyek pembangunan gedung salah satu lembaga jasa keuangan di Kota Medan, Sumatera Utara, serta proyek serupa untuk perusahaan BUMN sektor keuangan. Meskipun belum dapat memastikan diri sebagai pemenang, WEGE memiliki optimisme tinggi terhadap peluang ini. “Pada saat melakukan tender, posisi tender kami menjadi nomor satu,” tutur Tomo, menunjukkan posisi kompetitif mereka di pasar.

Tak berhenti di situ, WEGE juga tengah berpartisipasi dalam “beauty contest” untuk pembangunan gedung salah satu perusahaan BUMN sektor kesehatan. Proyek prestisius ini diperkirakan bernilai sekitar Rp 1 triliun dan, seperti proyek IKN, juga membutuhkan skema KSO dengan kontraktor lain, khususnya yang bergerak di bidang EPCC, untuk mengelola nilai kontrak yang signifikan.

Adapun proyek lainnya yang diharapkan akan diumumkan pada akhir tahun 2025 meliputi proyek Kementerian Perhubungan di Kota Medan, Sumatera Utara. Di samping itu, ada juga proyek yang berkaitan dengan program Sekolah Rakyat (SR) serta pembangunan beberapa gedung di Universitas Brawijaya (UB) dan di Bogor.

  WEGE Chart by TradingView  

Tomo mengakui bahwa langkah-langkah ini mencerminkan strategi pemasaran yang bersifat non-konvensional. WEGE kini berfokus untuk menggandeng investor dalam upaya memenangkan tender proyek, menunjukkan fleksibilitas dalam pendekatan bisnis. “Kami sebagai integrator harus bisa menjalin kerja sama dengan beberapa universitas, sehingga bisa kami ciptakan suatu proyek dengan pola KPPU atau kerja sama di luar tender konvensional,” paparnya, menggarisbawahi komitmen perseroan untuk berinovasi dalam meraih peluang kontrak konstruksi di masa depan.

Ringkasan

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 1,9 triliun pada tahun 2025. Hingga saat ini, realisasi kontrak baru baru mencapai Rp 116 miliar, yang dipengaruhi oleh perubahan kebijakan pemerintah dan efisiensi anggaran di sektor konstruksi. Meskipun demikian, WEGE tetap optimis target tersebut akan tercapai hingga akhir tahun.

Keyakinan ini didorong oleh sejumlah proses tender proyek strategis yang sedang berjalan dan diharapkan diumumkan pada kuartal terakhir tahun 2025. Proyek yang dikejar antara lain pembangunan gedung di Ibu Kota Nusantara (IKN), rumah susun di DKI Jakarta, gedung lembaga jasa keuangan di Medan, serta proyek BUMN sektor kesehatan. WEGE juga menerapkan strategi pemasaran non-konvensional, termasuk Kerja Sama Operasional (KSO) dan bermitra dengan investor untuk memenangkan tender.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

IHSG Merosot! PGEO, BRPT, INCO Jadi Saham Paling Boncos Hari Ini

14 October 2025 - 17:03

Trending on Finance