Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

BI Bantah Jual Cadangan Emas 11 Ton

badge-check


					BI Bantah Jual Cadangan Emas 11 Ton Perbesar

Bank Indonesia (BI) dengan tegas membantah laporan yang menyebutkan telah menjual cadangan emas sebanyak 11 ton. Laporan tersebut sebelumnya dimuat oleh World Gold Council.

“BI tidak melakukan penjualan emas seperti yang disebutkan dalam laporan tersebut,” tegas Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, kepada Katadata.co.id pada Senin (6/10) malam.

Pernyataan ini merupakan respons terhadap laporan World Gold Council berjudul ‘Central bank gold statistics: Central bank gold buying rebounds in August’ yang dirilis pada 3 Oktober. Laporan tersebut menyoroti aktivitas pembelian emas secara masif oleh sejumlah bank sentral di seluruh dunia.

Menurut Analis Senior EMEA World Gold Council, Krishan Gopaul, bank-bank sentral secara kolektif menambah cadangan emas global sebanyak 15 ton pada bulan Agustus. Data ini dihimpun dari laporan yang disampaikan kepada IMF dan masing-masing bank sentral.

Baca juga:

* Bank Sentral Dunia Borong Emas, BI Dikabarkan Jual Cadangan 11 Ton, Kenapa?
* Harga Emas Hari ini 6 Oktober 2025, Pecah Rekor Lagi
* Ramalan Baru Saham Afiliasi Boy Thohir Merdeka Gold (EMAS), Ditaksir Bisa Segini

Dalam laporannya, Gopaul mencontohkan Bank Nasional Kazakhstan sebagai pembeli emas terbesar, dengan tambahan sebanyak delapan ton. Sementara itu, beberapa bank sentral lainnya seperti Bank Nasional Bulgaria, Bank Sentral Turki, Bank Rakyat Cina, Bank Sentral Uzbekistan, Bank Nasional Ceko, dan Bank Ghana, masing-masing membeli dua ton emas.

“Bank-bank sentral menambahkan 15 ton bersih ke cadangan emas global pada bulan Agustus, berdasarkan data yang dilaporkan dari IMF dan masing-masing bank sentral,” jelas Gopaul, menggarisbawahi tren positif pembelian emas oleh bank sentral secara global.

Lebih lanjut, Gopaul menjelaskan bahwa tren ini sejalan dengan pola pembelian bersih emas bulanan yang terjadi antara bulan Maret hingga Juni. Hal ini menandakan kembalinya minat terhadap emas setelah cadangan emas global cenderung stabil pada bulan Juli.

Namun, terdapat perbedaan data yang menjadi sorotan. “Kami merevisi turun estimasi awal Juli sebesar 10 ton, setelah BI melaporkan penjualan 11 ton,” ungkap Gopaul dalam laporannya. Pernyataan inilah yang kemudian dibantah keras oleh Bank Indonesia. Dengan bantahan ini, BI menegaskan bahwa mereka tidak melakukan penjualan cadangan emas seperti yang dilaporkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance