Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Rekomendasi Saham Pilihan untuk Senin (6/10), IHSG Menguat 0,23% di Pekan Ini

badge-check


					Rekomendasi Saham Pilihan untuk Senin (6/10), IHSG Menguat 0,23% di Pekan Ini Perbesar

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 47,22 poin atau 0,59% ke 8.118,30 pada akhir perdagangan Jumat (3/10/2025). Alhasil, dalam sepekan IHSG sudah naik 0,23%.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan IHSG selama sepekan bergerak cenderung konsolidasi dan disertai dengan munculnya tekanan jual.

Herditya menjelaskan selama sepekan IHSG dipengaruhi oleh empat sentimen utama. Pertama, adanya sentimen shutdown pemerintahan Amerika Serikat.  

Namun, hal tersebut cenderung diabaikan oleh investor karena masih adanya ekspektasi akan pemangkasan suku bunga dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserves/The Fed) ke depannya.

Kedua, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang disebabkan adanya sentimen shutdown yang akan mengganggu aktivitas perekonomian AS dan tata kelola fiskalnya.

IHSG Kembali ke 8.100 Hari Ini (3/10), RAJA, ANTM, GOTO Paling Banyak Net Buy Asing

Ketiga, rilis data manufaktur China yang masih cenderung kontraksi dan masih akan berpengaruh negatif terhadap perekonomian China.

Keempat, rilis data neraca dagang Indonesia yang masih surplus dan adanya kenaikan inflasi di September 2025,” kata Herditya kepada Kontan, Jumat (3/10).

Dihubungi terpisah, Senior Technical Analyst Sinarmas Sekutitas Eddy Wijaya menerangkan sentimen yang memengaruhi pergerakan indeks yaitu rilis data PMI September yang berada pada level 50.4, turun jika dibandingkan dengan Agustus yang berada pada angka 51.5.

“Sentimen lainnya yaitu nilai tukar rupiah yang melemah hingga kisaran Rp 16,700 yang mengakibatkan outflow dari investor foreign untuk menghindari currency risk,” jelas Eddy kepada Kontan, Jumat (3/10).

Eddy menambahkan, untuk perdagangan Senin (6/10/2025), IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 7.995–8.169.

Rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) AS diperkirakan menjadi penentu utama arah pasar, mengingat data tersebut merupakan acuan penting bagi The Fed dalam menetapkan kebijakan suku bunga. 

  WIFI Chart by TradingView  

Pada rapat FOMC September sempat dipertimbangkan pemangkasan suku bunga hingga 50 bps setelah data NFP Agustus menunjukkan pelemahan signifikan. 

“Apabila data NFP terbaru kembali mencerminkan pelemahan pasar tenaga kerja, hal ini akan menjadi sentimen positif bagi IHSG,” ucap Eddy.

Pasalnya, peluang pemangkasan suku bunga AS bulan ini akan semakin besar, yang berpotensi memperkuat nilai tukar rupiah serta membuka ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan pada Oktober.

Eddy membagikan rekomendasi saham untuk dicermati pada perdagangan Senin (6/10/2025), antara lain:

1. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)

  • Entry: Rp 3.050-Rp 3.150
  • Target harga 1: Rp 3.260
  • Target harga 2: Rp 3.330
  • Stop loss: Rp 2.940

2. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU

  • Entry: Rp 6.525-Rp 6.875
  • Target harga 1: Rp 7.100
  • Target harga 2: Rp 7.400
  • Stop loss: Rp 6.300

3. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA

  • Entry: Rp 390-Rp 402
  • Target harga 1: Rp 418
  • Target harga 2: Rp 428
  • Stop loss: Rp376

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance