Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Wall Street Menguat, Harapan Penurunan Suku Bunga Mendorong Momentum

badge-check


					Wall Street Menguat, Harapan Penurunan Suku Bunga Mendorong Momentum Perbesar

Narapena –  NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada awal perdagangan Jumat (3/10/2025), didukung optimisme penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve.

Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 64,2 poin, atau 0,14%, ke level 46.583,95. Indeks S&P 500 naik 6,8 poin, atau 0,10% ke level 6.722,14, sementara Nasdaq Composite naik 42,1 poin, atau 0,18% ke level 22.886,15.

Penutupan pemerintah federal, yang dimulai pada hari Rabu, telah mengganggu aliran data penting yang digunakan bank sentral AS untuk menilai apakah kondisi ekonomi membenarkan pengurangan biaya pinjaman.

Laporan data nonfarm payrolls yang sangat dinantikan yang semula dijadwalkan rilis pada hari Jumat kini telah ditunda, sehingga investor harus bergantung pada indikator lain. 

Wall Street Catat Rekor Penutupan Kamis (2/10), Saham Teknologi Jadi Penopang

Indikator-indikator ini menunjukkan pelemahan di pasar tenaga kerja, sehingga taruhan terhadap penurunan suku bunga tetap ada.

Optimisme ini, ditambah dengan kekuatan di sektor teknologi, sejauh ini telah membantu investor mengatasi kebuntuan di Washington.

Tiga indeks utama mencatat rekor penutupan tertinggi pada hari Kamis dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan jika level saat ini bertahan hingga sesi Jumat.

“Pasar berfokus pada beberapa hal berbeda, alih-alih penutupan pemerintah. Salah satunya adalah optimisme AI yang telah kita lihat selama beberapa hari terakhir, dan kemudian data yang dirilis minggu ini cukup mendukung kemungkinan The Fed memangkas suku bunga,” kata Veronica Willis, ahli strategi investasi global di Wells Fargo Investment Institute di New York.

Kini fokus investor akan beralih ke data PMI non-manufaktur dari Institute for Supply Management untuk bulan September yang akan dirilis hari ini. Pembacaan akhir PMI jasa dan komposit S&P Global untuk bulan September juga akan segera dirilis.

Wall Street Reli Kamis (2/10): S&P 500, Nasdaq Capai Rekor Tertinggi Intraday

Data-data ini dapat mempengaruhi ekspektasi jangka pendek terhadap tindakan The Fed, sehingga membuat ekuitas rentan terhadap fluktuasi yang dipicu oleh berita utama.

Presiden The Fed New York, John Williams, mengatakan bank sentral perlu menyadari bahwa perubahan yang tidak terduga tidak dapat dihindari dan menyusun strategi untuk beroperasi dalam kondisi tersebut.

Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan, akan berbicara di sebuah konferensi nanti.

Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, juga dijadwalkan untuk membahas prospek ekonomi AS dan kerangka kebijakan di Philadelphia.

Saham Tesla naik sekitar 1,4% dalam perdagangan pre market setelah turun lebih dari 5% pada hari Kamis.

Saham USA Rare Earth melonjak 13,4% setelah CEO Barbara Humpton mengatakan kepada CNBC bahwa perusahaan berkomunikasi erat dengan Gedung Putih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance