Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Politik

Luhut: Penyerapan Anggaran MBG Sudah Baik, Tak Perlu Ditarik

badge-check


					Luhut: Penyerapan Anggaran MBG Sudah Baik, Tak Perlu Ditarik Perbesar

KETUA Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penyerapan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah membaik. Pernyataan ini disampaikannya usai bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di kantor DEN pada Jumat, 3 Oktober 2025.

“Sehingga Menteri Keuangan tidak perlu nanti mengambil anggaran yang tidak terserap,” kata Luhut kepada wartawan di kantor DEN. Dia juga mengatakan bahwa DEN telah mengingatkan BGN agar jangan sampai ada alokasi dana yang tak terserap.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu optimistis bila anggaran MBG terserap dengan baik, maka ekonomi akan ikut bergerak. Dia menyatakan dalam waktu dekat DEN akan mengukur dampak MBG terhadap perputaran uang di daerah, lapangan kerja yang tercipta, serta dampak keseluruhan pada pertumbuhan ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BGN Dadan Hindayana melaporkan bahwa realisasi anggaran BGN hingga saat ini sudah mencapai Rp 21,64 triliun atau setara 36 persen dari total anggaran. Adapun tahun ini BGN mendapatkan anggaran sebesar Rp 71 triliun. “Untuk bantuan pemerintah, makan bergizinya, (realiasi anggaran) kurang lebih Rp 18,63 triliun. Itu sudah mencapai 37 persen,” kata Dadan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bakal menarik kembali anggaran belanja kementerian/lembaga yang tak terserap, termasuk anggaran program MBG. Menkeu menyatakan Badan Gizi Nasional telah setuju mengembalikan dana yang tak terserap. Menurut Purbaya, dana yang tak terserap itu bisa disebar ke tempat lain untuk mengurangi defisit atau mengurangi utang.

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin (LPS) itu juga mengerahkan pejabat Kementerian Keuangan untuk memantau jalannya MBG. Pemantauan dilakukan di 20 titik secara acak untuk menilai pelaksanaan program, apakah memberikan dampak positif bagi perekonomian atau justru merugikan pemerintah.

“Pelaksanaanya betul atau enggak. Hanya ingin tahu itu saja untuk memastikan nanti programnya betul-betul berjalan dan berdampak ke perekonomian,” ucap Purbaya pada pertemuan di Kantor BGN, Jakarta, 26 September 2025.

Alif Ilham Fajriadi berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: Syarat Menghentikan MBG Terpenuhi, Kenapa BGN Tutup Mata?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Prabowo Kirim Pasukan Perdamaian ke Palestina: Misi & Tujuan

15 October 2025 - 14:16

KSPI Soroti Program Magang Nasional, Said Iqbal: Penghinaan terhadap Sarjana

15 October 2025 - 05:07

Gencatan Senjata Gaza: Masa Depan Setelah Pertukaran Sandera?

14 October 2025 - 21:36

Prabowo Saksikan Damai Gaza: Tiba di Indonesia, Apa Hasilnya?

14 October 2025 - 16:35

Nadiem Makarim Tersangka: Praperadilan Ditolak, PN Jaksel Sahkan!

13 October 2025 - 15:39

Trending on Politik