Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Respons Bahlil Usai Vivo-APR Batal Beli BBM dari Pertamina

badge-check


					Respons Bahlil Usai Vivo-APR Batal Beli BBM dari Pertamina Perbesar

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi batalnya PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) dan APR (perusahaan gabungan BP-AKR) membeli bahan bakar minyak (BBM) base fuel dari Pertamina. Wakil Direktur Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar sebelumnya mengungkapkan pembatalan itu dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR, Direktorat Jenderal Migas, serta perwakilan badan usaha SPBU swasta pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Bahlil menegaskan proses business-to-business (B2B) masih berlangsung. “B2B-nya lagi dikomunikasikan. Saya kan sudah katakan B2B-nya itu kolaborasi antara swasta dengan swasta. Masih berjalan, ya,” ujar Bahlil di Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta Selatan, Kamis, 2 Oktober 2025.

Bahlil memastikan stok BBM nasional saat ini cukup untuk 18 hingga 21 hari. Ia mengatakan pemerintah wajib memastikan ketersediaan stok BBM. “Jadi, tidak ada alasan dan tidak ada satu persepsi bahwa BBM kita, ketersediaan kita menipis. Kuota impornya pun kami sudah berikan sesuai dengan apa yang disampaikan sebelumnya,” kata Bahlil.

Wakil Direktur Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, menyampaikan PT Vivo Energy Indonesia batal menyerap bahan bakar minyak (BBM) base fuel impor Pertamina. Ia menjelaskan sebelumnya dua badan usaha SPBU swasta tersebut sudah menyatakan minat membeli base fuel. Kesepakatan awal sempat tercapai pada Jumat, 26 September 2025.

Namun setelah uji coba produk, keduanya memutuskan membatalkan kerja sama. “Sebelum jam 6 sore kemarin, AKR sudah menyatakan tidak lanjut. Lalu, setelah diskusi lebih lanjut, Vivo juga membatalkan pada pukul 19.40 WIB. APR pun akhirnya tidak melanjutkan,” ujar Achmad dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR, Ditjen Migas, dan perwakilan SPBU swasta, Rabu, 1 Oktober 2025.

Achmad menjelaskan kandungan etanol dalam base fuel menjadi alasan utama batalnya pembelian. Hasil uji laboratorium terhadap kargo dari MT Sakura menunjukkan kadar etanol 3,5 persen.

Meski kadar itu masih di bawah ambang batas 20 persen yang diizinkan regulasi, keberadaan etanol membuat SPBU swasta enggan membeli. “Teman-teman SPBU swasta menyampaikan siap bernegosiasi untuk kargo berikutnya, asalkan kontennya sesuai spesifikasi masing-masing merek. Karena beda merek, beda spesifikasi,” kata Achmad.

Selain faktor etanol, Pertamina juga masih membahas sejumlah aspek teknis dan komersial dengan SPBU swasta, antara lain skema transaksi, jumlah kebutuhan base fuel, dan pola biaya plus imbal jasa (cost plus fee).

Nandito Putra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan editor: Penyebab Pasokan Bensin di SPBU Swasta Seret

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance