Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Intip Valuasi Saham Emiten Hashim Djojohadikusumo Solusi Sinergi Digital (WIFI) yang Dirikan Anak Usaha Baru

badge-check


					Intip Valuasi Saham Emiten Hashim Djojohadikusumo Solusi Sinergi Digital (WIFI) yang Dirikan Anak Usaha Baru Perbesar

Narapena – , JAKARTA— Emiten milik Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge mendirikan anak usaha baru untuk memperluas bisnis perseroan. Bagaimana valuasi sahamnya?

Melalui keterbukaan informasi hari ini, Selasa (30/9/2025), pendirian anak usaha bernama PT Solusi Sinergi Borneo (SSB) tersebut dilakukan kemarin. Hal itu dinyatakan dalam Akta Pendirian Perseroan Terbatas No 14 tanggal 29 September 2025 dan telah mendapat pengesahan sebagai badan hukum dari Menteri Hukum dengan Surat Keputusannya No. AHU-0083406.AH.01.01.TAHUN 2025 di hari yang sama.

“SSB berkedudukan di Kota Pontianak dan bergerak di bidang internet service provider, perdagangan peralatan telekomunikasi dan perdagangan berbagai macam barang,” kata Direktur Surge Shannedy Ong melalui keterbukaan informasi.

: Ramai-Ramai Emiten Lapis Dua WIFI hingga INET Rights Issue Jumbo

Shannedy menjelaskan bahwa komposisi kepemilikan saham terdiri atas WIFI 70% dan PT Sinergi Integrasi Borneo 30%.

Dari sisi valuasi harga saham, data Bloomberg menunjukkan bahwa perusahaan memiliki valuasi sebesar 17,7 kali berdasarkan rasio harga saham terhadap laba per saham atau price-to-earnings (P/E). Hal itu sejalan dengan harga saham WIFI yang ditutup naik 1,44% ke Rp2.810. 

: : IHSG Diramal Tembus Level 8.246 Hari Ini, Cermati Saham BREN, ITMG hingga WIFI

Valuasi ini lebih besar dari rata-rata P/E selama lima tahun yang mencapai 7,76 kali. Adapun, rasio P/E merupakan salah satu indikator untuk mempertimbangkan apakah saham diperdagangkan pada harga yang wajar sesuai dengan kemampuan menciptakan laba. Bila saham tertentu memiliki valuasi rendah, tetapi memiliki prospek menciptakan laba yang besar, momentum tersebut bisa dipergunakan untuk akumulasi saham karena potensi laba di masa depan belum tecermin di harga sahamnya.

Sebelumnya, Surge resmi melepas kepemilikan saham di tiga entitas sekaligus, yakni PT Ini Kopi Indonesia (IKI), PT Integrasi Media Terkini (IMT) dan PT Aspek Media Indonesia (AMI), dengan total nilai transaksi mencapai Rp1,79 miliar. Shannedy mengatakan bahwa divestasi pertama dilakukan melalui anak usaha PT Kreasi Kode Digital (KKD). 

KKD melepas seluruh kepemilikan sahamnya di IKI kepada PT Investasi Gemilang Maju (IGM) dengan nilai transaksi sebesar Rp594 juta. Transaksi tersebut dituangkan dalam perjanjian jual beli saham bertanggal 19 dan 24 September 2025. 

Transaksi kedua dilakukan langsung dengan mengalihkan kepemilikan saham di IMT kepada IGM senilai Rp599 juta. Perjanjian jual beli saham juga ditandatangani pada 19 dan 24 September 2025.

Terakhir, Surge melepas kepemilikan di PT Aspek Media Indonesia (AMI) kepada IGM dengan nilai transaksi Rp599 juta. Sama seperti dua transaksi sebelumnya, perjanjian jual beli saham ditandatangani pada 19 dan 24 September 2025. Shannedy menekankan bahwa tidak terdapat hubungan afiliasi antara perseroan maupun KKD dengan IGM sebagai pembeli.

“Dengan adanya perubahan akta tersebut, tidak ada dampak signifikan terhadap perseroan,” katanya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance