
JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini menguat dan bergerak di zona hijau pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/9/2025). Sementara, mata uang garuda pagi ini melemah pada perdagangan pasar spot.
Melansir data RTI, pukul 09.02 WIB, IHSG bergerak di posisi 8.125,33 atau naik 2,09 poin (0,03 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 8.123,24.
Sebanyak 268 saham melaju di zona hijau dan 153 saham di zona merah. Sedangkan 189 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,21 triliun dengan volume 2,43 miliar saham.
Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana untuk mengenakan tarif baru demi meningkatkan industri film dan furniture AS.
Trump mengatakan akan mengenakan tarif substantial pada negara manapun yang tidak memproduksi furniture di AS.
Baca juga: IHSG Hari Ini Bakal Lanjut Menguat? Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Selasa
Trump juga mengatakan bahwa dirinya akan bertindak untuk membuat Carolina Utara kembali menjadi tempat produksi furniture kembali bangkit.
Pasalnya, saat ini semua produk furniture diproduksi di China dan negara lainnya.
Trump juga akan mengenakan tarif sebesar 100 persen untuk semua film yang dibuat di luar AS. Sebelumnya Trump sempat untuk memberikan gagasan untuk memberikan pajak bagi film asing pada bulan Mei, tetapi mendapatkan penolakan keras dari industry hiburan.
“Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.975–8.140,” kata dia dalam analisisnya, Selasa (30/9/2025).
Baca juga: IHSG Ditutup Naik ke Level 8.100-an, Rupiah Menguat di Bawah 16.700
Sementara itu, Analis sekaligus Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, IHSG kemarin ditutup naik 0,3 persen disertai dengan net buy senilai Rp 191 miliar.
Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BRMS, BREN, BBCA, MBMA, dan ARCI.
“IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan tarbatas hari ini dengan supprot 8.070-8.100 dan resistance di 8.160-8.200,” ujar dia.
Kemudian, bursa kawasan Asia hari ini mayoritas dibuka menguat, dengan Strait Times naik 0,24 persen (10,35 poin) di level 4.280,33, Shanghai Composite naik 0,36 persen (13,80 poin) di level 3.876,34.
Sementara, Nikkei turun 0,13 persen (56,90 poin) di level 44.986,89 Hang Seng naik 0,51 persen (135,46 poin) ke level 26.758,34.
Rupiah
Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah.
Melansir data Bloomberg, pukul 09.13 WIB rupiah berada pada level Rp 16.682 per dollar AS atau melemah 2,5 poin (0,01 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 16.679,5 per dollar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan menguat.
Lukman menjelaskan, kurs rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dollar AS yang tertekan oleh kekhawatiran shutdown pemerintah AS.
Adapun, penguatan kurs hari ini prroyeksikan akan terbatas. investor cenderung wait and see menantikan serangkaian data pekerjaan AS pekan ini, terutama tingkat Non-farm Payroll (NFP).
“Kurs rupiah diperkirakan akan bergerak pada range 16.600-16.700,” ungkap dia.









