Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Finance

Pemerintah Pastikan Kantongi Tambahan 12% Saham Freeport di Oktober, Ini Bocorannya

badge-check


					Pemerintah Pastikan Kantongi Tambahan 12% Saham Freeport di Oktober, Ini Bocorannya Perbesar

Narapena JAKARTA. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade buka suara soal kelanjutan divestasi saham atau penambahan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Mining Industry Indonesia (MIND ID).

Menurut Andre, pada Oktober 2025 mendatang sudah dipastikan Indonesia akan mendapatkan tambahan saham sebesar 10%-12% di Freeport Indonesia.

“Bapak, Ibu, semuanya, saya mau informasikan bahwa bulan Oktober ini, tahun 2025, sesuai perintah Presiden Prabowo ke Danantara Insyaallah kita akan dapat tambahan saham freeport sebesar 10%-12%,” ungkap Andre usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPR RI, Senin (29/9/2025).

Dengan penambahan saham ini, Indonesia otomatis akan memiliki saham PTFI lebih dari 51%. Jika sampai 12% maka saham Indonesia bisa menyentuh 63%.

“Jadi kalau selama ini kita punya 51%, otomatis di Oktober 2025 ini saham Freeport dimiliki oleh pemerintah di atas 60%. Ya bisa 61%, bisa 63%,” jelas dia.

Menteri Bahlil Ungkap Tahap Akhir Divestasi Saham Freeport Diputuskan Oktober

Dengan mayoritas kepemilikan oleh Pemerintah Indonesia, Andre juga menyebut, Freeport wajib datang ke RDP di DPR, baik yang dilaksanakan oleh Komisi VI maupun komisi lain yang terkait dengan bisnisnya.

“Berarti tidak ada alasan Dirut Freeport tidak datang ke RDP komisi VI ataupun rapat-rapat lain di komisi yang lain di DPR RI Karena jelas, pemilikan sahamnya jelas adalah pemerintah Republik Indonesia,” tegas Andre.

Sebelumnya, dalam catatan Kontan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan hal yang sama, bahwa keputusan akhir terkait penambahan saham ditarget selesai pada Oktober tahun ini.

“Nah, tahapan-tahapan ini yang sekarang kita lakukan. Nanti kalau sudah selesai, saya rencana mungkin di awal di Oktober, baru kami akan melakukan final dengan pihak Freeport,” ungkap Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (26/09/2025).

Bahlil: Freeport Hentikan Penambangan untuk Cari Pekerja yang Terjebak

Lebih lanjut Bahlil mengatakan, minggu lalu pihaknya telah bertemu dan melaksanakan rapat dengan Freeport McMoran serta Freeport Indonesia. Pertemuan itu membahas mengenai kesepakatan divestasi dan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PTFI selepas tahun 2041.

“Saya empat hari lalu melakukan rapat dengan Freeport McMoran, dengan Presiden Freeport Indonesia, Pak Tony, untuk melanjutkan apa yang menjadi arahan Bapak Presiden memperjelas terhadap proses perpanjangan Freeport yang selesainya 2041 kita harus perpanjang lebih dari itu,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

15 October 2025 - 18:26

Vivo Kehabisan BBM: SPBU di Mana Saja yang Terdampak?

15 October 2025 - 18:05

Harga Emas Meroket, Saham Tambang Emas Ini Siap Naik Kelas

15 October 2025 - 06:45

EMAS Buka Suara: Kepemilikan Saham Boy Thohir Jadi Sorotan!

14 October 2025 - 23:42

Utang Pemerintah: Realisasi September Lampaui Target? Cek Faktanya!

14 October 2025 - 17:55

Trending on Finance