Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Olahraga

Pengamat: Alex Pastoor Pelatih Timnas Indonesia, Kluivert Pulang Aja ke Belanda

badge-check


					Pengamat: Alex Pastoor Pelatih Timnas Indonesia, Kluivert Pulang Aja ke Belanda Perbesar

Narapena – – Kegagalan pelatih Patrick Kluivert membawa Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026 membuat banyak pihak kecewa.

Pengamat sepak bola nasional, Anton Sanjoyo, menilai perlu ada penyegaran di kursi pelatih agar tim mempunyai energi baru.

Ia menilai asisten Kluivert saat ini, Alex Pastoor, pantas untuk naik ke pos pelatih kepala Timnas Indonesia.

“Kalau saya, prefer (memilih) diganti lah. Timnya digeser, Alex Pastoor menjadi head coach, Denny Domingues Landzaat asistennya,” kata pria yang biasa disapa Bung Joy itu kepada Kompas.com.

“Kluivert suruh pulang aja ke Belanda, enggak usah dipakai. CV Alex Pastoor mentereng dan lebih bagus, jadi enggak perlu keluar biaya tambahan lagi,” imbuhnya.

Baca juga: Mungkinkan STY Kembali ke Timnas Indonesia? Pengamat Seret Nama Erik Ten Hag

Seperti diketahui, Patrick Kluivert gagal memenuhi harapan publik untuk membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Setelah mengalami dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) dalam ronde keempat kualifikasi, Timnas Indonesia mesti mengubur mimpi lolos ke Piala Dunia 2026.

Simpati publik untuk Kluivert kian luntur lantaran usai laga kontra Irak, sang pelatih asal Belanda memilih berdiam di bench tanpa menyapa suporter Timnas Indonesia.

Padahal seluruh anggota tim menghampiri tribune suporter Garuda untuk meminta maaf.

Desakan agar PSSI segera mengambil keputusan tegas terhadap Patrick Kluivert pun menggema di media sosial, forum suporter, dan berbagai ruang pembicaraan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Pengamat Usulkan PSSI Mutasi Patrick Kluivert Ketimbang Dipecat

Anton Sanjoyo mengatakan kegagalan ini seharusnya dijadikan bahan pembelajaran untuk membuka ruang refleksi dan membangun tim yang lebih matang.

“Kita belum di level dunia, tapi jangan berhenti. Fokus dulu ke Asia. Di situlah masa depan sepak bola Indonesia dimulai,” ujarnya.

Waktunya Punya Mental Asia, Bukan ASEAN Lagi

Indonesia disebut harus berhenti berpuas diri di level ASEAN dan mulai berani menatap panggung yang lebih besar dengan komposisi pemain yang saat ini sudah terbentuk.

“Nanti tahun 2027 ada Piala Asia, fokus ke sana, bisa enggak minimal masuk empat besar atau semifinal, bahkan final. Itu dulu saja, enggak usah mikir juara karena saingannya Jepang, Korea, kita masih jauh banget dari mereka,” tutur Anton Sanjoyo.

Hal tersebut bisa menjadi target realistis timnas Indonesia untuk jangka pendek dengan tampil solid di Piala Asia 2027, bukan sekadar berburu gelar di turnamen kawasan Asia Tenggara seperti Piala AFF.

“Kalau untuk ASEAN, menurut saya lupakan saja. Kita itu sudah harus melompat. Kalau Piala AFF levelnya senior, kirim saja U23 buat belajar, atau U21 sekalian. Piala Chiki itu biarkan jadi ajang pembelajaran pemain muda,” sambungnya.

Sebab ia menilai, dengan materi pemain yang ada saat ini baik dari liga domestik maupun pemain diaspora level Indonesia sudah semestinya naik kelas.

Baca juga: Patrick Kluivert dan Tim Asisten Pilih Terbang ke Belanda Usai Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia

“Level kita sudah Asia dengan skuad sekarang. Kita tetap harus punya mindset bersaing dengan Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Qatar. Bukan lagi saingan dengan Thailand atau Vietnam,” katanya.

Selanjutnya untuk menembus level dunia, Indonesia perlu terlebih dahulu mengokohkan fondasi di level Asia.

“Kalau level Asia sudah kita lewati, bolehlah melangkah ke level dunia. Tapi sekarang belum. Untuk jangka pendek, bidiklah Piala Asia 2027,” pungkas Anton Sanjoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY?

15 October 2025 - 20:30

Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026

15 October 2025 - 20:08

5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang?

15 October 2025 - 19:42

Tak Perlu Tiru Marc Marquez Membalap sampai Dekati Maut, Motor Honda Kini Lebih Ramah

15 October 2025 - 10:31

Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia: Arab Saudi Imbang, Qatar Menang

15 October 2025 - 10:04

Trending on Olahraga