Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

War And Conflicts

Israel Hadang Kapal Flotilla Global Sumud, Misi Kemanusiaan Gagal?

badge-check


					Israel Hadang Kapal Flotilla Global Sumud, Misi Kemanusiaan Gagal? Perbesar

Kementerian Luar Negeri Israel telah mengonfirmasi deportasi empat warga negara Italia yang menjadi bagian dari Global Sumud Flotilla, dan menyatakan kesiapan untuk mendeportasi lebih banyak aktivis lainnya. Langkah ini menyusul pembubaran seluruh armada kemanusiaan oleh militer Israel yang berupaya menembus blokade di Gaza. Ratusan aktivis dari puluhan kapal yang terlibat dalam misi tersebut kini telah ditangkap.

Dilansir dari Al Arabiya, insiden terbaru terjadi pada Jumat pagi, saat rekaman video langsung memperlihatkan pasukan Israel secara paksa memasuki kapal terakhir, Marinette. Kapal berbendera Polandia yang dikabarkan berawak enam orang itu menjadi kapal terakhir dari Armada Global Sumud Flotilla yang berhasil direbut oleh Israel.

Dalam sebuah unggahan di platform X, Kementerian Luar Negeri Israel menegaskan keinginannya untuk “mengakhiri prosedur ini secepat mungkin.” Mereka juga mengklaim bahwa ke-461 aktivis yang ditahan berada dalam kondisi aman dan sehat. Sebelumnya, Global Sumud Flotilla sendiri telah mendesak Israel untuk segera membebaskan semua anggotanya yang ditahan.

Kisah penangkapan Marinette memiliki detail unik. Berbicara melalui panggilan video dengan penyelenggara armada pada Kamis malam, kapten Australia yang hanya menyebut dirinya Cameron, menjelaskan bahwa kapal tersebut sempat mengalami masalah mesin sehingga tertinggal dari rombongan utama. “Kapal kini berlayar menuju Gaza,” ujar Cameron, seraya menambahkan, “Kami memiliki sekelompok orang Turki yang sangat tangguh di atas kapal. Kami memiliki seorang wanita dari Oman dan saya sendiri, dan kami akan terus melanjutkan perjalanan ini.”

Video langsung dari kapal pesiar tersebut menunjukkan awak kapal mengemudikannya saat matahari terbit membias di belakang mereka, di perairan internasional Laut Mediterania. Pelacak geografis langsung menunjukkan bahwa kapal Marinette terletak sekitar 43 mil laut dari perairan teritorial Gaza. Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya telah memperingatkan Marinette bahwa setiap upaya memasuki perairan Gaza akan dicegat.

Sejak Rabu, pasukan angkatan laut Israel telah menghentikan puluhan kapal yang membawa pasokan kemanusiaan ke Gaza dan menahan sekitar 500 aktivis dari lebih dari 40 negara. Israel menuduh para relawan tersebut berusaha melanggar blokade laut yang mereka klaim sah, sebuah pernyataan yang secara luas bertentangan dengan hukum internasional. Israel menegaskan akan melakukan segala cara untuk menghentikan setiap upaya tersebut.

Ringkasan

Kementerian Luar Negeri Israel telah mendeportasi aktivis dan siap mendeportasi lebih banyak lagi setelah membubarkan seluruh armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Armada ini berupaya menembus blokade di Gaza, mengakibatkan penangkapan ratusan aktivis dari puluhan kapal. Insiden terbaru melibatkan penangkapan kapal terakhir, Marinette, sekitar 43 mil laut dari perairan Gaza, setelah diadang paksa oleh pasukan Israel.

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan 461 aktivis yang ditahan berada dalam kondisi aman dan sehat, serta ingin mempercepat proses deportasi. Global Sumud Flotilla sendiri telah mendesak Israel untuk membebaskan semua anggotanya. Israel menuduh para relawan melanggar blokade laut yang diklaim sah—sebuah pernyataan yang secara luas bertentangan dengan hukum internasional—dan menegaskan akan melakukan segala cara untuk menghentikan upaya serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Parade dan Defile Meriahkan HUT TNI

5 October 2025 - 04:05

Trending on War And Conflicts