Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Politik

Belasan Negara Kompak Kecam Israel atas Pencegatan Global Sumud Flotilla ke Gaza

badge-check


					Belasan Negara Kompak Kecam Israel atas Pencegatan Global Sumud Flotilla ke Gaza Perbesar

Narapena – Tindakan Israel mencegat Global Sumud Flotilla (GSF) dalam perjalanan menuju Gaza memicu kritik dari para pemimpin dan masyarakat dunia. 

Para demonstran berkumpul di berbagai kota besar di seluruh dunia, termasuk Istanbul, Athena, Buenos Aires, Roma, Berlin, dan Madrid untuk mengecam sergapan tersebut.

Terdapat setidaknya 500 orang dari perwakilan 44 negara yang berada dalam flotila, termasuk di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Belgia, Spanyol, Malaysia, Turkiye, dan Kolombia.

Para pemimpin dunia mengutuk keras tindakan pencegatan tersebut dan meminta Israel memberi izin agar warga mendapat bantuan dari kedutaan.

Baca juga: 6 Fakta Pencegatan Israel atas Global Sumud Flotilla ke Gaza

 

Dilansir dari Al Jazeera, berikut negara-negara yang mengecam keras tindakan pencegatan Israel terhadap Global Sumud Flotilla.

1. Palestina

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan pihaknya mengutuk serangan dan agresi Israel terhadap Global Sumud Flotilla dalam unggahan di X.

“Global Sumud Flotilla memiliki hak kebebasan berlayar di perairan internasional, dan Israel tidak boleh mengganggu kebebasan navigasi yang telah lama diakui dalam hukum internasional,” tambahnya.

2. Turkiye

Kementerian Luar Negeri Turkiye menyebut intervensi Israel merupakan tindakan terorisme yang melanggar hukum internasional dan membahayakan nyawa warga sipil yang tak berdosa.

Turkiye menuduh Netanyahu menjalankan kebijakan militer yang kejam dan tidak manusiawi, dan mengatakan kebijakan Israel tidak hanya menyiksa warga Palestina di Gaza, tapi juga membahayakan orang-orang di luar Palestina.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Israel melakukan ‘perampokan’ terhadap GSF, dan mendukung langkah penuh langkah yang dilakukan GSF tersebut.

“Turkiye mendukung semua penumpang harapan di atas flotila. Kami mengambil langkah-langkah untuk melindungi aktivis, warga negara kami yang berada di atas flotila,” ujar Erdogan.

Baca juga: Israel Cegat Kapal Greta Thunberg yang Bawa Bantuan ke Gaza, Kok Bisa?

3. Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyerukan segera pembebasan warga negara Malaysia.

Dalam pernyataannya di mdia sosial X (dulunya Twitter), ia mengatakan Malaysia akan mengambil semua langkah yang sah dan berdasarkan hukum untuk meminta pertanggungjawaban Israel.

“Israel tidak hanya mengabaikan hak-hak dasar rakyat Palestina tetapi juga menginjak-injak hati nurani komunitas global,” ujar Anwar.

4. Afrika Selatan

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyerukan pembebasan segera para peserta flotila dan mengatakan bahwa salah satu diantara peserta yang ditahan adalah cucu Nelson Mandela, Nkosi Zwelivelile “Mandla” Mandela.

“Afrika Selatan menyerukan kepada Israel untuk memastikan bahwa kargo penyelamat yang diangkut flotila sampai kepada rakyat Gaza. Flotila mewakili solidaritas dengan Gaza, bukan konfrontasi dengan Israel,” ujar Cyril.

Baca juga: Ramai soal Baliho Prabowo di Tel Aviv, Pengamat: Cara Israel Memecah Belah Pendukung Palestina

5. Kolombia

Presiden Gustavo Petro mengumumkan melalui media sosial X (dulunya Twitter)  bahwa pemerintahnya mengusir diplomat Israel dan membatalkan perjanjian perdagangan bebas dengan Kolombia sebagai tanggapan atas tindakan Israel.

“Kolombia akan gunakan seluruh cara hukum untuk menuntut Israel, termasuk jika harus lewat pengadilan Israel agar warga yang ditahan bisa segera dibebaskan dan dipulangkan,” kata Gustavo.

6. Italia

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan bahwa Israel telah meyakinkan dirinya bahwa tidak akan ada tindakan kekerasan terhadap flotila.

Sementara itu, Serikat buruh Italia secara terpisah menyerukan pemogokan pada Jumat  (3/10/2025) untuk menunjukkan solidaritas dengan GSF dan Gaza.

Hal ini merupakan lanjutan dari pemogokan yang pernah dilakukan pada September oleh Unione Sindacale di Base (USB), serta aksi protes lain di berbagai pelabuhan Italia.

Perdana Menteri Giorgia Meloni mengatakan pemerintah berusaha semaksimal mungkin agar warga Italia yang ikut dalam flotila bisa segera pulang.

Namun, ia juga mengkritik flotila serta protes yang dilakukan serikat buruh di Italia yang menurutnya tidak benar-benar membantu rakyat Palestina.

Baca juga: Trump Tak Setuju Israel Caplok Tepi Barat Gaza, Justru Tawarkan Rencana Ini

7. Inggris

Pemerintah Inggris mengatakan khawatir terhadap tindakan Israel menghentikan flotila, dan telah menghubungi keluarga warga Inggris yang ikut dalam kapal tersebut. Menurut Inggris, bantuan yang dibawa flotila sebaiknya disalurkan lewat organisasi kemanusiaan resmi di darat, supaya bisa masuk ke Gaza dengan aman.

“Bantuan yang dibawa oleh flotila harus diserahkan kepada organisasi kemanusiaan di lapangan agar dapat disampaikan dengan aman ke Gaza,” ujar pemerintah Inggris. 

8. Jerman

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman meminta Israel untuk mematuhi kewajiban hukum internasional dan bertindak secara proporsional.

“Kami juga menyerukan agar perlindungan semua orang di kapal tersebut dijamin,” ungkap pemerintah Jerman.

Baca juga: PBB Ungkap 158 Perusahaan yang Terlibat Pemukiman Ilegal Israel, Ini Daftarnya

9. Spanyol

Madrid merilis pernyataan pada hari Rabu dan menuntut agar integritas fisik dan hak-hak warga negara Spanyol di dalam kapal tersebut dihormati.

Ia juga mengatakan tim konsulernya memantau situasi dari Nikosia dan Yerusalem. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengatakan pemerintahnya memperluas perlindungan diplomatik kepada semua warga negara Spanyol di atas flotila.

10. Yunani

Yunani mengeluarkan pernyataan dengan Italia dan menyerukan agar Israel memastikan keselamatan dan keamanan para peserta dan mengizinkan langkah perlindungan konsuler.

Baca juga: Ramai soal Baliho Prabowo di Tel Aviv, Pengamat: Cara Israel Memecah Belah Pendukung Palestina

11. Irlandia

Presiden Irlandia Michael D Higgins mengatakan Israel mencegah bantuan penting mencapai Gaza.

“Keselamatan dan perlindungan mereka yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan ini adalah perhatian bagi kita semua dan semua bangsa asal orang-orang tersebut,” katanya dalam sebuah pernyataan.

12. Pakistan

Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyebtu serangan Israel terhadap flotila sebagai serangan pengecut. Shehbaz mengatakan bahwa ia akan terus berdoa untuk pembebasan para tawanan.

 “Kebiadaban ini harus dihentikan. Perdamaian harus diberi kesempatan dan bantuan kemanusiaan harus sampai ke mereka yang membutuhkan,” ujar Shehbaz.

Baca juga: Apa yang Dimaksud Solusi Dua Negara dalam Konflik Palestina-Israel?

13. Belgia

Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot mendesak pemerintah Israel untuk menghormati hukum internasional dalam sebuah pernyataannya di media sosial X (dulu Twittwe).

Ia mengatakan prioritas utamanya adalah memastikan hak-hak warga dihormati, keselamatan dijamin, dan mereka dapat pulang secepat mungkin.

14. Perancis

Kementerian Eropa dan Luar Negeri menyerukan Israel untuk memberikan akses layanan konsuler kepada warga Perancis yang ikut serta dalam flotila.

Partai France Unbowed yang memiliki sekitar enam anggotanya juga ikut serta. Mereka menuduh Israel melakukan aksi pembajakan terhadap Global Sumud Flotilla.

Pemimpin partai, Jean-Luc Melenchon menyebut Menlu Perancis yakni Jean Noël Barrot sebagai orang bodoh yang tidak kompeten karena berpihak pada Netanyahu.

“Dia mempermalukan negara kita,” tulisnya di X.

15. Amerika Serikat

Sebelumnya, 20 anggota Kongres dari Partai Demokrat meminta Gedung Putih turun tangan melindungi flotila.

Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi advokasi Muslim terbesar di AS, menuduh Israel menculik aktivis kemanusiaan.

Wakil Direktur CAIR, Edward Ahmed Mitchell, mengatakan negara-negara yang benar-benar menghormati hukum internasional seharusnya mengutuk serangan ilegal terhadap flotila.

Ia juga menegaskan bahwa setiap negara harus mengambil tindakan nyata untuk menghentikan pengepungan Israel atas Gaza.

Baca juga: 7 Poin Penting Pidato Prabowo di PBB tentang Palestina–Israel

Meskipun PBB sendiri belum merespons penangkapan para aktivis, Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, mengatakan intervensi Israel terhadap flotila menyoroti kelalaian Barat terhadap Netanyahu.

“Saat saya menyaksikan penculikan ilegal Israel terhadap satu-satunya manusia yang mempertaruhkan hidup mereka untuk mematahkan blokade Israel yang melanggar hukum, pikiran saya bersama rakyat Gaza, yang terjebak di ladang pembantaian Israel,” tulis Albanese.

“Malu pada pemerintah Barat di atas segalanya, dan kelalaian mereka yang penuh keterlibatan,” lanjut Albanese.

Baca juga: Apa yang Dimaksud Solusi Dua Negara dalam Konflik Palestina-Israel?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Prabowo Kirim Pasukan Perdamaian ke Palestina: Misi & Tujuan

15 October 2025 - 14:16

KSPI Soroti Program Magang Nasional, Said Iqbal: Penghinaan terhadap Sarjana

15 October 2025 - 05:07

Gencatan Senjata Gaza: Masa Depan Setelah Pertukaran Sandera?

14 October 2025 - 21:36

Prabowo Saksikan Damai Gaza: Tiba di Indonesia, Apa Hasilnya?

14 October 2025 - 16:35

Nadiem Makarim Tersangka: Praperadilan Ditolak, PN Jaksel Sahkan!

13 October 2025 - 15:39

Trending on Politik