Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Science

Ini Hasil Investigasi Kasus Udang yang Terpapar Radioaktif

badge-check


					Ini Hasil Investigasi Kasus Udang yang Terpapar Radioaktif Perbesar

INVESTIGASI Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Cs-137 (Cesium-137) memastikan cemaran material radioaktif yang terjadi pada bulan Agustus lalu hanya terjadi di Kawasan Industri Modern Cikande, hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam rapat koordinasi mengenai penanganan radiasi radionuklida Cs-137 bersama TNI-Polri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada hari Selasa, 30 September 2025.

Mulanya, cemaran kandungan radioaktif Cs-137 diketahui usai adanya penemuan terhadap produk udang beku dari Indonesia yang mengandung radioaktif oleh pihak Food and Drug Administration (FDA) dan Bea Cukai Amerika Serikat di beberapa pelabuhan, bahkan udang tersebut sudah sampai toko ritel besar seperti Walmart.

Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Perjanjian Perdagangan Internasional, Bara Krishna Hasibuan juga mengungkapkan bahwa tidak hanya udang namun cengkeh yang diekspor juga mengandung radioaktif Cs-137. “Betul itu (ekspor) tidak hanya ke Amerika Serikat, ke eropa juga ada, tapi kita masih investigasi, kemarin yang melaporkan kan baru dari Amerika” ujar Bara.

Menteri Koordinator Bidang Pangan yang akrab dipanggil Zulhas itu juga menyampaikan bahwa Satgas Cs-137 telah melakukan langkah cepat dalam melakukan dekontaminasi zat radioaktif tersebut, Satgas telah melakukan langkah penetralan (dekontaminasi) radioaktif dari pabrik peleburan logam stainless steel, terutama PT Peter Metal Technology (PMT) dan beberapa titik limbah yang memiliki kontaminasi Cs-137. “Investigasi Satgas memang memastikan kontaminasi Cs-137 hanya terjadi di Cikande, jadi hanya di satu titik ya. Oleh karena itu kita hari ini menetapkan Cikande itu sebagai status kejadian khusus” ujar Zulhas.

Sebelumnya Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menemukan sumber radiasi Cs-137 yang diduga berasal dari PT Peter Metal Technology (PMT). Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan material logam yang terkontaminasi di PMT kemungkinan berasal dari luar negeri karena Indonesia tidak memiliki reaktor nuklir.

Zulhas juga menyampaikan bahwa ada kemungkinan paparan Cesium-137 yang terkandung dalam udang yang diekspor ke Amerika berasal kontainer yang datang dari Filipina dan berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok, kontainer tersebut kemungkinan berisi scrap besi yang mengandung Cesium-137, dan digunakan kembali untuk mengangkut muatan udang sehingga menyabarkan kandungan radioaktif, hal ini juga sedang dikoordinasikan dengan pihak bea cukai Indonesia.

Menurut Zulhas, pemerintah sedang melakukan upaya semaksimal mungkin untuk mengamankan industri udang di Indonesia serta menjaga kepercayaan dunia terhadap perikanan Indonesia.

Pilihan Editor: Dampak Ekonomi Cukai Rokok 2026 Tidak Naik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cengkeh Lampung Tercemar Radioaktif: Ancaman Serius Bagi Petani?

13 October 2025 - 20:35

Apa yang Terjadi Saat Meteor Jatuh ke Bumi Seperti di Cirebon? Ini Penjelasan BRIN

7 October 2025 - 03:27

Analisis BMKG soal Gempa 5,3 M di Waropen, Catat Satu Kali Gempa Susulan

4 October 2025 - 00:17

Profil Jane Goodall, Aktivis dan Pakar Simpanse yang Meninggal di Usia 91 Tahun

2 October 2025 - 19:32

Setelah M6,0 di Sumenep, Gempa M6,1 Terjadi di Maluku Barat Daya

2 October 2025 - 07:56

Trending on Science