
Narapena – Menjelang dua laga krusial kontra Arab Saudi dan Irak di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Indonesia kini dihadapkan pada ujian berat: cedera yang menimpa kiper andalan, Emil Audero. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi skuad Garuda yang tengah berjuang meraih tiket ke babak selanjutnya.
Kabar mengenai cedera Emil Audero pertama kali mencuat setelah ia mengalami masalah otot saat pemanasan sebelum pertandingan Serie A Liga Italia musim 2025-2026 antara Como melawan Cremonese. Insiden tersebut terjadi di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Sabtu, 27 September 2025 lalu, yang membuat Audero harus absen dan digantikan oleh Marco Silvestri dalam laga yang berakhir imbang 1-1 itu.
Cedera ini datang di momen yang kurang tepat, mengingat Emil Audero sedang berada di puncak performa. Penjaga gawang keturunan Indonesia tersebut tampil memukau, baik saat membela Timnas Indonesia maupun klubnya, Cremonese. Ia sukses menorehkan catatan impresif empat clean sheet beruntun, menjaga gawangnya tetap perawan dalam pertandingan melawan Taiwan (menang 6-0), Lebanon (imbang 0-0), Verona (imbang 0-0), dan Parma (imbang 0-0). Pencapaian luar biasa ini menjadikannya salah satu pilar penting, sehingga potensi absennya pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan menjadi kehilangan besar bagi Timnas Indonesia.
Situasi ini turut mendapat tanggapan dari Kurnia Sandy, pelatih penjaga gawang PSPS Pekanbaru sekaligus mantan kiper Timnas Indonesia era SEA Games 1997. “Sebenarnya sangat disayangkan jika harus absen bela Timnas. Performa dia sedang bagus-bagusnya. Beberapa gim tampil memukau baik dengan Timnas Indonesia maupun dengan klubnya,” ujar Kurnia Sandy kepada Kompas.com.
Meski begitu, Kurnia Sandy menekankan bahwa Timnas Indonesia tidak perlu panik atau kehilangan kepercayaan diri. Menurutnya, kedalaman skuad di sektor penjaga gawang cukup mumpuni untuk mengatasi absennya Audero. “Tapi meskipun nantinya masih cedera, kita masih ada Maarten Paes yang kualitasnya juga sama,” jelasnya, menyoroti Maarten Paes sebagai solusi utama. Selain itu, ia juga menyebut nama Ernando Ari dan bahkan Nadeo Argawinata sebagai opsi yang bisa dipertimbangkan untuk masuk ke dalam skuad. “Saya pribadi masih sangat percaya dan yakin Maarten Paes bisa menjadi benteng kokoh pertahanan Timnas,” imbuhnya dengan optimisme.
Optimisme untuk Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Kurnia Sandy menilai bahwa kualitas para penjaga gawang saat ini cukup merata, sehingga Timnas Indonesia tidak memiliki alasan untuk ragu dalam menghadapi dua pertandingan penting di putaran keempat melawan Arab Saudi pada 8 Oktober dan Irak pada 11 Oktober. “Siapa pun yang akan turun nanti, peluang Timnas masih terbuka lebar untuk bisa lolos. Caps dari Maarten Paes juga cukup bagus selama membela Timnas, jadi tidak ada kata ragu untuk Paes tampil menjaga gawang Timnas,” tegasnya, menunjukkan keyakinan penuh pada opsi kiper yang ada.
Cedera Emil Audero dalam Sorotan
Proses pemulihan Emil Audero kini menjadi fokus utama. Meskipun awalnya masuk dalam starting XI Cremonese, kram otot yang dialaminya saat pemanasan memaksa pergantian mendadak. Pihak Cremonese terus memantau ketat kondisi kipernya, terutama mengingat mereka akan menghadapi Inter Milan pada pekan selanjutnya. Apabila Audero hanya mengalami cedera ringan, ia diperkirakan dapat kembali merumput dalam waktu sekitar dua minggu. Namun, jika cedera tersebut lebih serius, seperti robekan otot, proses pemulihan bisa memakan waktu hingga 20 hari, berpotensi membuatnya absen lebih lama dan menimbulkan pertanyaan besar terkait partisipasinya bersama Timnas Indonesia.
Ringkasan
Timnas Indonesia menghadapi tantangan cedera kiper andalan, Emil Audero, menjelang dua laga krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Irak. Audero mengalami masalah otot saat pemanasan laga Serie A pada 27 September 2025, padahal ia sedang dalam performa puncak dengan empat clean sheet beruntun. Absennya Audero menjadi perhatian serius bagi skuad Garuda yang berjuang meraih tiket ke babak selanjutnya.
Meskipun demikian, mantan kiper Timnas Indonesia Kurnia Sandy optimis karena Timnas Indonesia memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Maarten Paes disebut sebagai pengganti utama yang memiliki kualitas setara dan siap mengamankan gawang. Sandy menegaskan bahwa peluang Timnas untuk lolos tetap terbuka lebar dengan opsi kiper yang ada.









