Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Politik

ID Pers Wartawan CNN Dikembalikan: Istana Minta Maaf!

badge-check


					ID Pers Wartawan CNN Dikembalikan: Istana Minta Maaf! Perbesar

PIKIRAN RAKYAT – Biro Pers Sekretariat Presiden (Setpres) akhirnya menyampaikan permohonan maaf dan mengembalikan kartu identitas (ID) liputan khusus Istana yang sebelumnya dicabut dari wartawan CNN Indonesia, Diana Valencia. Insiden pencabutan kartu liputan ini, yang terjadi pada Sabtu, 27 September 2025, kini telah diselesaikan dengan langkah rekonsiliasi oleh pihak Istana.

Proses pengembalian ID liputan tersebut dilakukan secara resmi pada Senin, 29 September 2025, bertempat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Setpres, Yusuf Permana, memastikan bahwa kartu identitas tersebut telah diserahkan kembali langsung kepada Diana Valencia.

Momen penting pengembalian ID pers ini disaksikan oleh sejumlah tokoh kunci, termasuk Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, Titin Rosmasari, Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, serta Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Setpres, Erlin Suastini. “ID khusus Istana itu pun sekarang akan dikembalikan kepada yang bersangkutan. Disaksikan juga oleh Pemimpin Redaksinya, Bu Titin, dan langsung kami serahkan ID-nya Mbak Diana,” ujar Yusuf kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari Antara.

PWI Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia

Pertemuan antara Istana Kepresidenan, CNN Indonesia, dan Dewan Pers ini, menurut Yusuf, merupakan bentuk nyata keterbukaan pihak Istana dalam merespons insiden tersebut. Langkah ini diambil setelah Istana menerima surat resmi dari CNN Indonesia yang ditujukan kepada BPMI dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, berisi permintaan penjelasan atas pencabutan ID pers milik Diana Valencia. Yusuf menegaskan bahwa Biro Pers Setpres selalu berpegang teguh pada prinsip keterbukaan dan kebebasan pers, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sebagai bentuk komitmen, Yusuf juga menyampaikan penyesalan mendalam dari Kepala BPMI Erlin Suastini terkait keputusan pencabutan ID liputan tersebut. Ia memberikan jaminan bahwa insiden serupa tidak akan terulang kembali di masa mendatang. “Kami juga memastikan bahwa kejadian ini tidak akan terulang kembali. Jadi teman-teman yang bertugas di Istana, kita memahami bahwa tidak akan lagi terulang kembali kejadian ini. Dan Kepala Biro Pers dan Media juga telah telah menyesal untuk menarik ID teman-teman,” imbuhnya, menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan awak media.

Kronologi Istana Cabut Kartu Liputan Wartawan: Petugas BPMI Sekretariat Presiden Ambil Langsung ID Pers

Insiden pencabutan kartu liputan wartawan ini terjadi tak lama setelah agenda peliputan kedatangan Presiden Prabowo Subianto dari lawatan kenegaraan di Lanud Halim Perdanakusuma pada Sabtu pekan lalu. Keputusan tersebut dipicu oleh pertanyaan yang diajukan Diana kepada Presiden Prabowo mengenai instruksi khusus terkait penanganan kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertanyaan kritis ini menjadi titik mula dari polemik yang sempat menarik perhatian publik dan organisasi pers.

Menanggapi sikap Istana yang telah mengembalikan ID pers miliknya, Diana Valencia menyambut baik dan mengungkapkan rasa syukurnya. “Yang jelas berterima kasih juga kepada Biro Pers yang sudah mau mengembalikan (ID), berbesar hati tadi juga meminta maaf kepada saya dan juga CNN Indonesia,” ungkap Diana, menunjukkan apresiasinya terhadap langkah rekonsiliasi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, Titin Rosmasari, turut menegaskan bahwa kehadirannya di Istana membawa pesan kuat. Ia berharap agar para jurnalis senantiasa mendapatkan perlakuan yang layak dan sesuai saat menjalankan tugas peliputan di lingkungan kepresidenan. “Permohonan maaf yang disampaikan oleh Bu Erlin tadi bagi kami adalah satu ucapan yang kemudian pasti diikuti dengan perbuatan bahwa hubungan akan menjadi lebih baik lagi—komunikasinya, kolaborasinya, kerja samanya,” pungkas Titin, mengindikasikan harapan akan hubungan yang lebih harmonis dan produktif antara pers dan Istana di masa depan.

Ringkasan

Biro Pers Sekretariat Presiden (Setpres) telah menyampaikan permohonan maaf dan mengembalikan kartu identitas (ID) liputan khusus Istana milik wartawan CNN Indonesia, Diana Valencia. ID tersebut sebelumnya dicabut pada 27 September 2025, dan secara resmi diserahkan kembali pada 29 September 2025 di Kompleks Istana Kepresidenan. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Setpres Yusuf Permana memastikan pengembalian ini sebagai bentuk keterbukaan Istana.

Pencabutan ID liputan dipicu oleh pertanyaan Diana kepada Presiden Prabowo mengenai penanganan kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis. Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Setpres Erlin Suastini menyesali keputusan tersebut dan menjamin insiden serupa tidak akan terulang. Diana Valencia dan Pemimpin Redaksi CNN Indonesia menyambut baik langkah rekonsiliasi ini, berharap terjalinnya hubungan yang lebih baik antara pers dan Istana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Prabowo Kirim Pasukan Perdamaian ke Palestina: Misi & Tujuan

15 October 2025 - 14:16

KSPI Soroti Program Magang Nasional, Said Iqbal: Penghinaan terhadap Sarjana

15 October 2025 - 05:07

Gencatan Senjata Gaza: Masa Depan Setelah Pertukaran Sandera?

14 October 2025 - 21:36

Prabowo Saksikan Damai Gaza: Tiba di Indonesia, Apa Hasilnya?

14 October 2025 - 16:35

Nadiem Makarim Tersangka: Praperadilan Ditolak, PN Jaksel Sahkan!

13 October 2025 - 15:39

Trending on Politik