Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengumumkan dimulainya proyek cetak sawah seluas 481 hektare di Distrik Wanam, Merauke, Papua. Proyek strategis yang resmi dimulai pada Senin, 29 September 2025, ini diklaim Zulkifli sebagai langkah vital yang akan membuka ruang lebar bagi tercapainya swasembada pangan, energi, dan air. Ia menegaskan bahwa kawasan tersebut akan menjadi “penopang kemandirian” nasional.
Pengumuman penting ini disampaikan Zulkifli Hasan usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, meliputi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Pertahanan, Wakil Menteri Pertanian, Wakil Menteri BUMN, serta para pejabat eselon I dari berbagai kementerian dan lembaga terkait. Zulkifli menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian krusial dari upaya pemerintah untuk memperkuat tata kelola kawasan swasembada pangan, energi, dan air, dengan menempatkan keamanan lingkungan, kepastian hukum, dan pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi utama pelaksanaannya.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap langkah dalam proyek ini berjalan selaras dengan tata kelola lingkungan dan administrasi yang baik dan benar. Ia merinci bahwa proyek ini berpotensi besar menghasilkan beragam komoditas vital, mulai dari beras, singkong, tebu, hingga produk energi seperti etanol dan B-50. Zulkifli kembali menekankan, “Pemerintah sedang memperkuat tata kelola kawasan swasembada pangan dengan memastikan setiap langkah dijalankan dengan cara yang benar dan memprioritaskan keamanan aspek lingkungan, mulai dari penataan tata ruang hingga kelengkapan administratif lain.”
Selain itu, Zulkifli Hasan juga menyoroti pentingnya sinkronisasi tata ruang nasional dan daerah. Langkah ini krusial untuk mencegah pengembangan kawasan yang tumpang tindih dengan fungsi lindung, sehingga menjamin keberlanjutan lingkungan. Ia menambahkan, percepatan penyelesaian Hak Guna Usaha (HGU) dan perizinan lain menjadi kunci untuk menjamin efisiensi proyek dan ketahanan pangan jangka panjang. “Langkah ini akan memperkuat agenda pangan berdaulat sekaligus mendukung target penurunan emisi dan adaptasi iklim,” pungkas Zulkifli, menegaskan visi holistik pemerintah dalam proyek ini.
Pilihan editor: Mengapa Proyek Food Estate Berulang Kali Gagal
Ringkasan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengumumkan dimulainya proyek cetak sawah seluas 481 hektare di Distrik Wanam, Merauke, Papua. Proyek strategis yang resmi dimulai pada 29 September 2025 ini bertujuan mencapai swasembada pangan, energi, dan air, serta menjadi penopang kemandirian nasional. Pengumuman ini disampaikan setelah Rapat Koordinasi Terbatas yang membahas penguatan tata kelola kawasan strategis tersebut.
Pemerintah berkomitmen memastikan proyek berjalan selaras dengan tata kelola lingkungan dan administrasi yang baik, memprioritaskan keamanan lingkungan, kepastian hukum, dan pemberdayaan masyarakat. Proyek ini berpotensi menghasilkan beragam komoditas seperti beras, singkong, tebu, hingga energi. Sinkronisasi tata ruang nasional-daerah dan percepatan perizinan juga menjadi kunci untuk efisiensi proyek, ketahanan pangan, serta mendukung agenda pangan berdaulat dan target iklim.





