
Narapena FIFA telah menjatuhkan sanksi berat kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi Harimau Malaya.
Sanksi tersebut diberikan setelah FAM diduga melakukan pemalsuan dokumen untuk menaturalisasi tujuh pemain.
Ketujuhnya adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Sebagai akibatnya, FAM diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp7,3 miliar.
Akal Bulus Malaysia, Pakai Akta Kelahiran Gaib untuk 7 Pemain Naturalisasi
Sedangkan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia dikenakan denda sebesar 2.000 franc Swiss atau sekitar Rp42 juta.
Ketujuh pemain tersebut juga mendapat sanksi tambahan berupa larangan beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan.
FIFA memberikan waktu 10 hari bagi pihak yang dijatuhi sanksi untuk mengajukan banding.
Di sisi lain, FAM telah menyatakan rencananya untuk menempuh jalur banding demi melindungi kepentingan Timnas Malaysia.
FAM menilai keputusan FIFA perlu dikaji ulang karena pihaknya merasa telah mengikuti prosedur sesuai aturan yang berlaku.
Rencananya, banding akan diajukan langsung melalui Presiden Kehormatan FAM Datuk Hamidin Mohd Amin.
Majoriti melaporkan Hamidin akan langsung mendatangi markas besar FIFA di Zurich, Swiss pada Minggu (28/9/2025).
Keputusan FAM untuk mengutus Hamidin bukan tanpa alasan mengingat ia memiliki koneksi dengan FIFA.
Sebagai informasi, mantan Presiden FAM itu saat ini masih menjabat sebagai anggota Dewan FIFA.
FAM tentu berharap Hamidin bisa menyelamatkan sepak bola Malaysia dan federasinya lewat koneksi tersebut.
Eks Wapres FAM Masih Ngotot Minta Bukti Kesalahan Malaysia, Sanksi FIFA Dianggap Gak Jelas
Menariknya, Hamidin sebelumnya telah memperingatkan bahwa proses naturalisasi perlu dilakukan dengan hati-hati.
Ketika masih menjadi Presiden FAM, Hamidin sempat mendapat desakan dari publik Malaysia untuk memburu pemain keturunan.
Namun, ia mengingatkan kepada publik bahwa Malaysia tidak akan bisa seperti Timnas Indonesia.
Pasalnya, pemain keturunan Malaysia di Eropa sangat terbatas jika dibandingkan dengan Indonesia.
“Kita akan mengambil pemain keturunan berkualitas tinggi untuk mewakili negara.”
“Tapi ingat, kita tidak akan sama dengan Filipina atau Indonesia, mereka punya banyak pemain keturunan yang bisa mereka pilih dari segi kualitas dan kuantitas.”
“Sementara kita sangat terbatas,” kata Hamidin, dikutip dari kanal YouTube Harimau Malaya.
Hamidin menambahkan, “Banyak portal yang mengatakan FAM tidak melakukan pendekatan.”
“Namun, banyak dari mereka palsu, saat kita hubungi dia tidak menjawab, kita juga tahu dia tidak punya ayah atau ibu dari Malaysia.”
“Pemain keturunan mana pun yang tersedia, jika dia bagus mengapa tidak kita ambil.”
“Tapi kita tidak akan bisa seperti Indonesia dan Filipina, mereka punya banyak pemain keturunan dibandingkan kita.”









