Operasi plastik pada usia muda – Meningkatkan percaya diri atau memicu gangguan mental? Shin Tae-yong Dituduh Kasar, Korea Kritik Gaya Latih STY? Qatar & Arab Saudi Lolos! Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 5 Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang? DJ Panda Hadapi Pemeriksaan Polisi Terkait Pengancaman Erika Carlina WEGE: Strategi Kejar Target Kontrak Baru, Realisasi Baru Rp 116 Miliar

Food And Drink

60 Ribu Chef Bersertifikat Dibutuhkan di MBG: Peluang Emas!

badge-check


					60 Ribu Chef Bersertifikat Dibutuhkan di MBG: Peluang Emas! Perbesar

Badan Gizi Nasional (BGN) serius meningkatkan standar program makan bergizi gratis (MBG) dengan menargetkan setiap dapur dikelola oleh dua chef bersertifikat. Kebijakan krusial ini, menurut Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang, bertujuan utama untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh para murid, sebuah langkah penting demi kesehatan generasi penerus bangsa.

Nanik menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga ahli di bidang kuliner ini akan sangat besar. “Setiap dapur membutuhkan dua chef. Kalau ada 30 ribu dapur, berarti total ada 60 ribu chef yang dibutuhkan. Ini merupakan peluang kerja yang sangat besar,” ungkapnya dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi BGN pada Jumat, 26 September 2025. Pernyataan ini sekaligus menandai komitmen BGN dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

Menariknya, Nanik menegaskan bahwa para chef yang direkrut tidak harus berasal dari wilayah setempat. Ia memberikan contoh sebuah dapur MBG di Madiun yang berhasil mendatangkan chef dari luar daerah, bahkan ada yang merupakan mantan chef hotel bintang lima atau mantan chef rumah makan berpengalaman. Fleksibilitas ini membuka pintu bagi talenta-talenta kuliner terbaik dari seluruh penjuru negeri untuk berkontribusi.

Meski demikian, BGN tetap memprioritaskan rekrutmen mayoritas karyawan dapur MBG dari masyarakat lokal. Kebijakan ini memastikan bahwa program juga memberdayakan komunitas setempat. Nanik menambahkan, “Kalau chef, memang terpaksa kita bisa impor dari luar daerah jika memang keahlian lokal belum memenuhi standar yang diharapkan.”

Kehadiran chef bersertifikat dianggap sangat vital dalam menjaga standar teknis pengolahan makanan, terutama dalam skala besar. Nanik menyoroti masih banyaknya pengelola dapur yang belum sepenuhnya memahami prinsip-prinsip keamanan pangan, yang fundamental untuk mencegah risiko kesehatan. “Ada yang mentang-mentang biasa masak katering, tetapi ternyata tidak bisa. Masak dalam jumlah besar itu perlu teknik: suhu harus sekian, mencuci sayur pakai air garam supaya tidak ada ulat, menggoreng juga ada aturannya,” paparnya, menjelaskan kompleksitas di balik penyajian makanan sehat.

Lebih lanjut, chef bersertifikat juga dibekali keahlian dalam mengatur kombinasi makanan agar tidak menimbulkan penyakit atau mempercepat pembusukan. “Makanan ini tidak boleh benturan dengan makanan ini. Kalau salah, bisa menciptakan penyakit atau makanan cepat basi,” imbuh Nanik, menekankan pentingnya pengetahuan nutrisi dan kimia pangan dalam setiap hidangan.

Dengan adanya kebijakan ini, BGN secara aktif membuka kesempatan luas bagi para chef di seluruh Indonesia untuk bergabung. Nanik mengungkapkan bahwa sudah ada permintaan dari berbagai daerah, seperti di Sumatera, yang menunjukkan antusiasme masyarakat untuk mendaftar sebagai chef di dapur MBG. “Silakan mendaftar. Ada 30 ribu kesempatan. Ini peluang kerja yang bisa dimanfaatkan, terutama bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan,” tutup Nanik, memberikan dorongan positif bagi para pencari kerja di bidang kuliner.

Ringkasan

Badan Gizi Nasional (BGN) akan menempatkan dua chef bersertifikat di setiap dapur program makan bergizi gratis (MBG) guna menjamin kualitas dan keamanan makanan bagi para murid. Kebijakan ini membuka 60.000 peluang kerja bagi chef di 30.000 dapur MBG di seluruh Indonesia. Fleksibilitas rekrutmen memungkinkan chef didatangkan dari luar daerah, bahkan dari mantan chef hotel bintang lima, jika keahlian lokal belum memenuhi standar yang diharapkan.

Kehadiran chef bersertifikat sangat vital untuk menjaga standar teknis pengolahan makanan dalam skala besar dan memahami prinsip keamanan pangan. Mereka dibekali keahlian dalam mengatur suhu yang tepat, mencuci bahan makanan, hingga mengombinasikan hidangan agar tidak menimbulkan penyakit atau mempercepat pembusukan. BGN secara aktif membuka kesempatan luas bagi para chef di seluruh Indonesia untuk mendaftar dan memanfaatkan peluang kerja emas ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Resep MPASI 9 Bulan: 7 Solusi Anak Susah Makan!

14 October 2025 - 19:31

9 Resep Carrot Cake yang Lembut Mudah Dibuat, Kue Manis Bikin Good Mood

14 October 2025 - 07:25

7 Resep MPASI Alpukat Keju Rumahan yang Enak dan Mudah Dibuat

14 October 2025 - 03:44

Resep Pangsit Rebus Khas Bandung, Camilan Lembut yang Cocok untuk Segala Suasana

13 October 2025 - 13:56

Resep Bento Cake Lucu Aesthetic yang Mudah Dibuat, Coba Bikin Yuk Bun

13 October 2025 - 12:39

Trending on Food And Drink